Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Gas (Pertagas), Subholding Gas PT Pertamina (Persero) fokus mengembangkan infrastruktur energi nasional berkelanjutan seiring kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 melalui pertumbuhan pada berbagai lini bisnis utama guna memperkuat ketahanan energi nasional.
"Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien," kata Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun sepanjang 2025, pihaknya mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan di seluruh lini bisnis utama, termasuk transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG.
Peningkatan tersebut didorong penguatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan industri.
Sepanjang 2025, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD), meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi 2024.
Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu barel minyak per hari (barel oil per day/BOPD), atau tumbuh sekitar 8 persen, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.
Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 billion british thermal unit per day (BBTUD) atau meningkat sekitar 6 persen, sedangkan produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.
Lebih lanjut dia mengatakan kinerja positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan UMKM.
Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca, serta lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional.
Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar 861,51 juta miliar dolar Amerika Serikat (AS) dengan kontribusi utama dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.
Kemudian EBITDA tercatat sebesar 427,46 juta dolar AS atau mengalami kenaikan 15,90 persen dan laba bersih mencatat kenaikan 21,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal ini mencerminkan fundamental perusahaan yang solid dan operasional yang efisien, namun tetap mengutamakan keandalan dan keamanan operasi.
Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utama, di antaranya volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD.
Untuk mencapai target tersebut, Pertagas akan melaksanakan berbagai inisiatif yang menopang pertumbuhan volume dan pelanggan.
Kemudian sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan maka tahun ini nilai capex direncanakan sekitar 75 juta dolar AS untuk pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di beberapa wilayah operasi.
Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer, yang diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Selain itu, pasca rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.
Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.
Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor selaras dengan Asta Cita Pemerintah.
Baca juga: Pertagas komitmen jaga energi UMKM hingga pembangkit listrik nasional
Baca juga: Pertagas salurkan gas bumi di KEK Sei Mangkei Sumut
Baca juga: Pertagas terapkan teknologi migas bersihkan pipa air desa
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































