Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan personel Pangkalan Udara (Lanud) Harry Hadisoemantri untuk mendinginkan titik api di kawasan eks kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (3/9).
"Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi karhutla," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.
Nyomam menjelaskan aksi yang dilakukan TNI AU ini juga dibantu oleh anggota Polri, Manggala Agni, perangkat desa, dan masyarakat setempat melakukan pembasahan serta pendinginan lahan bekas terbakar di wilayah tersebut.
Baca juga: TNI AU kerahkan personel untuk padamkan kebakaran lahan di Balikpapan
Dengan keterbatasan sumber air dan kondisi asap yang tebal, mereka menyirami lahan berpotensi titik api seluas 138 hektare.
"Kita fokus menyirami lahan pada area yang masih berpotensi menyimpan bara," jelas Nyoman.
Nyoman mengatakan upaya penyiraman titik panas itu akan terus dilakukan personelnya untuk mencegah terjadinya karhutla susulan.
Pihkanya juga akan terus menyiagakan tim pemadam kebakaran di lanud-lanud untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani karhutla.
Dengan adanya upaya ini, Nyoman berharap keberadaan TNI AU dapat meringankan beban pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menangani karhutla.
Baca juga: Satgas udara siapkan delapan armada tangani karhutla Kalbar
Baca juga: TNI AU tambah pesawat CASA perkuat modifikasi cuaca di Kalbar
Baca juga: Personel TNI AU tangani karhutla di Sumatera Selatan
Pewarta: Walda Marison
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































