- Jumat, 9 Januari 2026 00:03 WIB
Warga berjalan di dekat Tugu Penurunan Muka Tanah di kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat rata-rata penurunan tanah di Jakarta bagian utara terjadi sekitar 3,5 sentimeter per tahun yang berkontribusi meningkatkan risiko banjir Jakarta hingga lebih dari 40 persen sehingga perlu langkah mitigasi terutama dengan memberhentikan penggunaan air tanah. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Pedagang berada di warung nasi yang mengalami penurunan muka tanah di Jalan Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat rata-rata penurunan tanah di Jakarta bagian utara terjadi sekitar 3,5 sentimeter per tahun yang berkontribusi meningkatkan risiko banjir Jakarta hingga lebih dari 40 persen sehingga perlu langkah mitigasi terutama dengan memberhentikan penggunaan air tanah. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































