Penggunaan QRIS di China perkuat ekosistem transaksi lintas negara

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Perluasan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), standar kode QR Indonesia untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik, di China dinilai menjadi upaya memperkuat ekosistem transaksi lintas negara yang aman, cepat, dan transparan.

Direktur Technology Product and Operation dan Pelaksana Tugas Direktur Finance Risk and Management Finnet Indonesia (Finpay), Apep Noormansyah menyatakan dengan sistem pembayaran yang semakin terkoneksi, masyarakat Indonesia kini dapat bertransaksi di berbagai merchant di China menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah terhubung dengan layanan QRIS.

"Kehadiran QRIS di China sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur digital nasional dalam mendukung konektivitas sistem pembayaran regional yang semakin terintegrasi di era ekonomi digital global," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Bank Indonesia (BI) meluncurkan implementasi QRIS antarnegara untuk Republik Rakyat China (RRC) di sela peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI).

Baca juga: GoPay dukung BI ekspansi pembayaran QRIS antarnegara di China

Dengan terhubungnya QRIS dan QR China, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah melalui telepon genggam. Kolaborasi sistem pembayaran dua negara ini karena transaksi perdagangan antara Indonesia dengan China mencapai 18 miliar dolar AS.

Langkah strategis ini, lanjut Apep membuka kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang berada di China, baik wisatawan maupun pelaku bisnis, untuk melakukan transaksi secara instan hanya dengan memindai kode QR tanpa harus repot menukarkan uang tunai maupun menggunakan metode pembayaran konvensional yang lebih rumit.

Sementara itu secara terpisah Head of Office & Asset Management PT Finnet Indonesia, Andi Syahputra menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui pemanfaatan teknologi yang dapat membantu mendukung akses belajar, pembinaan, serta pengembangan keterampilan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa 20 unit laptop dan enam unit televisi kepada dua yayasan sosial, yaitu Yayasan Rumah Piatu Muslimin dan Yayasan Rumah Kebaikan Abadi.

Baca juga: BCA hadirkan fitur QRIS Cross Border Indonesia-China di aplikasi myBCA

Melalui program ini, Finnet menyalurkan total 20 unit laptop dan 6 unit televisi yang masih dalam kondisi layak pakai sebagai bentuk reuse dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Andi menyebutkan perangkat tersebut sebelumnya merupakan fasilitas kerja perusahaan yang sudah tidak digunakan dalam kegiatan operasional, namun tetap memiliki nilai guna untuk mendukung aktivitas pendidikan dan pembinaan di lingkungan yayasan.

"Melalui program ini, kami juga ingin mendorong terciptanya nilai keberlanjutan dan kepedulian sosial melalui pemanfaatan fasilitas yang masih layak guna,” ujarnya.

Pewarta: Subagyo
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |