Jakarta (ANTARA) - Pengamat BUMN sekaligus Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menilai hadirnya kompleks haji di Makkah, Arab Saudi, akan meningkatkan layanan kepada jemaah haji Indonesia.
"Layanan terhadap jemaah haji juga bisa lebih baik, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak Indonesia," ujar Toto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Selain itu, ia mengatakan hadirnya kompleks haji akan mendorong perkembangan ekosistem ekonomi penunjang kegiatan haji dari Indonesia.
"Tentu ekosistem ekonomi penunjang asrama haji Indonesia, seperti industri katering, kesehatan, pariwisata, bisa ikut berkembang. Jadi, dari sisi ini dampaknya bisa positif," ujar Toto.
Di sisi lain, ia tetap mengimbau perlunya koordinasi dan sinergi antara Danantara Indonesia dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam melakukan pengelolaan kompleks haji di Tanah Suci tersebut.
"Baiknya harus ada unsur koordinasi dan sinergi antarpihak tersebut (Danantara dan Kemenhaj) dengan optimal, supaya layanan akomodasi haji Indonesia bisa berjalan lebih baik," ujar Toto.
Ia mencontohkan seperti yang telah dilakukan oleh Lembaga Tabung Haji (TH) di Malaysia, yang telah memberikan manfaat berupa efisiensi biaya sehingga ongkos menunaikan ibadah haji di negeri Jiran menjadi lebih murah.
"Pengalaman serupa sudah dijalankan oleh Lembaga Tabung Haji di Malaysia sejak beberapa tahun lampau, manfaatnya jelas selain kepastian soal akomodasi, mereka juga bisa lakukan efisiensi biaya sehingga ongkos haji Malaysia relatif lebih murah," ujar Toto.
Seiring peran Danantara Indonesia dalam pengembangan Kompleks Haji, Toto menyoroti seiring potensi adanya kecenderungan untuk berorientasi terhadap keuntungan (profit).
"Memang inisiatif strategis yang perlu cermat diperhatikan. Kalau investornya Danantara, berarti orientasi terutama akan masuk ke arah profit orientation, mungkin lebih tepatnya pakai model cost plus dan memperhitungkan juga ongkos investasi yang telah dikeluarkan," ujar Toto.
Sebelumnya, Danantara Indonesia melaporkan progres pengembangan kompleks haji di Makkah, Arab Saudi, yang mana Kawasan Thakher merupakan fondasi awal yang telah berjalan.
Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah dan telah beroperasi dengan sekitar 4,4 hektare lahan kawasan pengembangan yang berlokasi sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram, dengan sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.
"Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya," ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.
Baca juga: Kemenhaj sebut Pengembalian Keuangan haji khusus mulai dicairkan
Baca juga: Kemenhaj harap sebagian tower Kampung Haji bisa dipakai pada 2028
Baca juga: Kemenhaj susun Kloter penempatan jamaah di Tanah Suci
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































