Pengalaman nikmati kopi unik lahirkan tren pariwisata baru di China

2 weeks ago 13

Guiyang (ANTARA) - Menggantung di tebing setinggi lebih dari 200 meter, sebuah kafe di tengah hutan lebat di wilayah Libo, Provinsi Guizhou, China barat daya, menyajikan kopi premium dengan sensasi vertigo, tetapi hanya bagi mereka yang cukup berani untuk memanjat ke sana.

Dengan kanopi hutan terbentang jauh di bawah dan bunyi denting logam karabiner pada kabel baja menggema di telinganya, seorang penikmat kopi asal ibu kota provinsi Guiyang yang bermarga Li akhirnya mencapai platform kayu kafe tersebut setelah melakukan pendakian via ferrata yang menguras tenaga selama 30 menit.

Duduk dengan kaki terayun di tepi tebing, dia menyesap kopinya sambil memandang hamparan puncak karst hijau yang tak berujung. "Saya tidak pernah membayangkan akan menikmati kopi di tempat seperti ini," ujar Li, yang sengaja menempuh perjalanan demi menjajal pengalaman tersebut.

Kafe di tepi tebing itu merupakan ide kreatif Ren Peng, seorang penggemar olahraga luar ruangan yang sebelumnya bekerja di industri pariwisata tradisional. Dia meluncurkan proyek tersebut setelah menyadari bahwa para pelancong di era ini tidak lagi puas dengan hanya melihat-lihat dan menginginkan petualangan yang baru dan imersif.

"Orang biasanya mengaitkan kopi dengan duduk tenang di ruangan yang nyaman. Kami ingin menawarkan sesuatu yang tidak biasa dan mengubahnya menjadi sebuah petualangan," jelas Ren. Kafe itu dirancang dan dibangun agar menyatu secara alami dengan medan tebing, memastikan keamanan sekaligus memungkinkan wisatawan untuk menyelami keindahan alam.

Sejak dibuka pada 2019, kafe itu telah berkembang dari tempat kecil yang hanya dikunjungi oleh beberapa pendaki menjadi fenomena viral. Dengan fasilitas yang ditingkatkan, kafe itu kini dapat menampung 25 orang sekaligus dan melayani hingga 150 tamu setiap hari. Selama liburan Hari Nasional China pada 2025, jumlah pengunjung melonjak 40 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai lebih dari 800 orang.

Kafe di tepi tebing tersebut hanyalah salah satu contoh dari tren "Coffee Plus" yang sedang melanda provinsi pegunungan Guizhou, di mana para pengusaha lokal mengubah lanskap dramatis provinsi tersebut menjadi skenario konsumsi yang unik. Tren ini didorong oleh konsumsi kopi yang terus meningkat di China, yang tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan tahunan lebih dari 15 persen sejak 2010.

Kafe di tepi tebing di wilayah Libo, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua)

Tahun lalu, Peng Wei, seorang warga asli Guizhou, kembali ke kampung halamannya di Guiyang setelah bekerja di China selatan dengan niat untuk memanfaatkan sektor pariwisata lokal dan segmen kopi yang sedang populer. Dia bermitra dengan beberapa orang untuk meluncurkan Xiu Cafe, kedai kopi yang dibangun di dalam gua karst alami di wilayah Xiuwen, Guiyang

Dapat dicapai dengan sekitar 45 menit berkendara dari pusat kota Guiyang, kafe bertema gua tersebut menjadi magnet bagi warga kota yang mencari pelarian akhir pekan. Di dalamnya, cahaya hangat menerangi stalaktit, mengubah formasi geologi itu menjadi galeri seni yang unik, tempat aroma kopi berpadu dengan sejuknya udara gua.

"Gua itu sendiri sudah menakjubkan. Kami hanya menambahkan cahaya lilin dan lampu, sambil berhati-hati agar tidak mengganggu formasi asli," kata Peng.

Selain minuman spesial, tempat ini juga menawarkan aktivitas selancar dayung dan tur pendakian di dalam gua. Sejak dibuka pada Agustus lalu hingga akhir 2025, tempat ini telah meraup penghasilan lebih dari 1 juta yuan (1 yuan = Rp2.423) dalam penjualan.

Tren mengintegrasikan kopi ke dalam skenario-skenario unik bahkan telah merambah proyek-proyek infrastruktur besar di China.

Bulan lalu, sebuah kafe baru dibuka di bawah dek Jembatan Ngarai Besar Huajiang, jembatan tertinggi di dunia yang menjulang setinggi 625 meter di atas Sungai Beipan di Guizhou.

Kafe ini dapat diakses via lift wisata yang dapat bergerak naik setinggi ratusan meter dalam waktu hanya satu menit. Kafe ini menawarkan late khas dengan seni late yang menggambarkan dua menara utama jembatan dan struktur rangka baja gantung ikoniknya.

Para pengunjung dapat meminum kopi mereka sambil menikmati pemandangan menakjubkan dari Ngarai Besar Huajiang di bawahnya.

Dengan model "Coffee Plus" yang mulai berkembang, Guizhou membuktikan bahwa medan yang berbukit-bukit di wilayahnya tidak hanya cocok untuk wisata, tetapi juga untuk menikmati kopi. Satu cangkir demi satu cangkir, provinsi itu mengubah keajaiban alamnya menjadi pengalaman tak terlupakan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |