Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, terus mengoptimalkan dan memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya menyasar ratusan ribu peserta didik reguler, tetapi kini mulai menyentuh kalangan tenaga pendidik dan santri.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang Yudi Suryadi, di Serang, Selasa, menyampaikan pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada para guru dengan mulai memasukkan tenaga pendidik sebagai sasaran perluasan program.
"Pemerintah juga mulai memasukkan tenaga pendidik sebagai sasaran program. Saat ini tercatat 1.656 tenaga pendidik telah menerima manfaat MBG dari satu kecamatan," kata Yudi.
Baca juga: Pemkab Serang peta ulang distribusi MBG, peluas jangkauan ke daerah 3T
Selain tenaga pendidik, perluasan asas manfaat juga difokuskan pada kalangan santri. Yudi menjelaskan pemerintah tengah secara aktif memperbarui dan memverifikasi data penerima di sejumlah pondok pesantren agar pendistribusian makanan lebih merata dan akurat.
"Di pondok pesantren ada yang murni pesantren, ada juga yang memiliki jenjang pendidikan formal dari SD, SMP, hingga SMA. Ini yang masih harus dan terus diverifikasi," ujarnya.
Hingga Mei 2026 perluasan program ini telah mencatatkan capaian yang sangat positif, yakni menjangkau 231.860 penerima manfaat dari total sasaran 239.354 orang.
Sebaran cakupan penerima MBG yang komprehensif di Kota Serang terdiri atas TK, RA, dan PAUD 18.358 anak, SD dan MI 82.120 siswa, SMP dan MTs 34.746 siswa, kemudian SMA, SMK, dan MA 32.922 siswa, serta pondok pesantren 6.490 santri dan Kelompok B3 55.568 penerima.
Baca juga: Kemensos-BGN perluasan layanan SPPG untuk lansia dan disabilitas
Terkait adanya 8.727 siswa yang memilih tidak mengikuti MBG, Yudi menanggapinya dengan sangat positif. Keputusan mandiri dari pihak sekolah maupun orang tua tersebut justru membantu pemerintah daerah agar perluasan program ini semakin fokus dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Guna menopang jangkauan program yang kian meluas, Pemkot Serang memastikan kesiapan infrastruktur dengan mengoperasikan 95 dapur umum. Sistem distribusi ini dirancang fleksibel dan saling terintegrasi.
"Kalau ada dapur yang sementara off, biasanya pelaksanaannya langsung dialihkan ke dapur lain agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar," ucap Yudi Suryadi.
Baca juga: Mendukbangga pastikan pendamping keluarga siap untuk perluasan MBG 3B
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































