Pemkot Jaktim keruk Saluran Bentengan Makasar antisipasi musim hujan

2 weeks ago 21

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur melakukan pengerukan saluran penghubung (Phb) di Jalan Bentengan atau Jembatan Tiga Sekawan, RT 01/01, Kelurahan Makasar, untuk mencegah genangan saat musim hujan.

"Sebanyak delapan personel Pasukan Biru Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dikerahkan untuk melakukan pengerukan saluran penghubung (Phb) di Jalan Bentengan atau Jembatan Tiga Sekawan untuk mengantisipasi terjadinya genangan saat musim hujan," kata Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Makasar Nurdin di Jakarta, Selasa.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi optimal saluran air.

Pengerukan dilakukan pada saluran sepanjang 150 meter dengan ketebalan sedimen lumpur dan sampah yang mencapai 20 hingga 30 sentimeter.

"Kondisi tersebut dinilai telah mengurangi kapasitas saluran sehingga aliran air menjadi kurang lancar," ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, pengerukan menjadi langkah penting untuk memastikan air dapat mengalir dengan baik menuju saluran utama.

Dengan kapasitas saluran yang kembali normal, potensi terjadinya genangan saat hujan deras dapat diminimalkan.

“Pengerukan saluran berkedalaman sekitar dua meter ini dilakukan secara manual," ucap Nurdin

Untuk mempercepat proses pengerjaan, petugas menggunakan empat cangkul, dua pengki, dua linggis dan menyiapkan sekitar 1.500 karung untuk mengangkut sedimen yang berhasil diangkat dari dasar saluran.

Nurdin menambahkan kegiatan pengerukan telah dimulai sejak 8 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 12 Juni mendatang.

Hingga kini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 20 persen dari total target yang ditetapkan.

Sedimen hasil pengerukan kemudian diangkut dan dibuang ke lokasi pembuangan resmi atau dumping site Kanal Banjir Timur (KBT) yang berada di kawasan Rawa Bebek, Kecamatan Cakung.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembersihan berjalan sesuai prosedur serta tidak menimbulkan dampak lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan.

Lebih lanjut, Nurdin menyebut pemeliharaan saluran secara berkala sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran sistem drainase di wilayah permukiman.

"Penumpukan lumpur dan sampah yang terjadi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penyempitan saluran dan menghambat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi," kata Nurdin.

Nurdin berharap kapasitas saluran dapat kembali optimal sehingga mampu mengalirkan air dengan baik. Selain mendukung pengendalian genangan, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pemeliharaan infrastruktur drainase untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Baca juga: Cegah banjir, SDA Jaktim revitalisasi saluran air di Batu Ampar

Baca juga: SDA Jaksel keruk kali dan saluran cegah banjir di Jalan Sinabung

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |