Pemkot Jakbar bikin biopori untuk atasi sampah di Kedoya Utara

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup berupaya mengurangi sampah organik lewat penerapan teknologi lubang resapan biopori (LRB) di RW 04 Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Kamis.

"Sampah jadi masalah kalau tidak dikelola dari sumbernya. Bersama Sudin LH, dan Camat Kebon Jeruk, kita buat percontohan Lubang Resapan Biopori (LRB) pada delapan RT di Kedoya Utara," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Adapun upaya itu dilakukan juga untuk menanggapi permasalahan sampah yang disampaikan dalam reses anggota DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua di Srengseng, Jakarta Barat, pada Rabu (4/2).

Adapun LRB adalah metode konservasi tanah dan air sederhana dengan membuat lubang silinder vertikal berdiameter 40 sentimeter (cm) dengan kedalaman 80-100 cm.

LRB dibuat dengan membuat lubang pada tanah. Lubang tersebut diisi sampah organik yang telah dicacah-cacah. Kemudian lubang ditutup agar aman dan tidak membahayakan.

Baca juga: Terminal Kalideres buat resapan biopori untuk antisipasi genangan

Teknologi ini bermanfaat meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air, menangani limbah organik, dan tanah kaya dengan zat hara.

Iin mengatakan, pengurangan sampah organik dengan teknologi LRB dilakukan pada sejumlah titik sumber resapan air seperti pekarangan rumah, taman dan jalan.

"Kegiatan ini, kami berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Sudin SDA, Bina Marga, serta Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut). Ke depannya, kami juga akan membuat mural, kolam gizi dan taman, seperti konsep penataan kawasan," tambahnya.

Sementara itu, Lurah Kedoya Utara, Febri Ariansyah mengatakan, penerapan teknologi LRB dilaksanakan di lingkungan RW 04 Kedoya Utara, tepatnya di delapan RT yakni RT 002, 004, 005, 006, 007,008, 009, dan 010.

"Ada delapan RT yang menjadi percontohan pembuatan pengurangan sampah organik melalui LRB. Totalnya ada 130 titik LRB," kata Febri.

Baca juga: Legislator minta DKI evaluasi sumur resapan yang tak efektif

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |