IDAI: Anak-anak lebih rentan kena paparan mikroplastik dan timbal

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan bahwa anak-anak lebih rentan terkena paparan mikroplastik dan logam berat seperti timbal dari lingkungan.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI Dr. dr. Irene Yuniar, Sp.A, Subsp ETIA(K) dalam acara yang diadakan oleh IDAI di Jakarta pada Senin mengatakan bahwa anak-anak bisa kena paparan mikroplastik dan logam berat dari air, udara, dan tanah.

Karena kondisi dan perilaku mereka, dia mengatakan, anak-anak lebih rentan kena paparan mikroplastik maupun logam berat dibandingkan dengan orang dewasa.

"Anak-anak itu masih berkembang, berat badannya lebih kecil, dan sering memasukkan macam-macam ke mulut," kata dr. Irene, yang bekerja di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Ia mengemukakan bahwa anak-anak rentan kena paparan zat berbahaya seperti mikroplastik dan timbal dari lingkungan sekitar mereka, antara lain dari tempat bermain.

"Paparan timbal banyak dari cat yang terkelupas, tanah, juga dari lingkungan bermain anak," katanya.

Baca juga: Waspadai bahaya mikroplastik jika tertelan oleh anak

Baca juga: PPLH peringatkan potensi kontaminasi mikroplastik di jajanan anak

Anak-anak lebih berisiko terkena dampak paparan zat berbahaya seperti mikroplastik dan logam berat karena kemampuan tubuhnya untuk menetralisir zat berbahaya belum optimal.

"Kemampuan detoksifikasi anak tidak sekuat orang dewasa," kata dr. Irene.

Menurut dia, paparan zat berbahaya bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak.

"Bisa sampai gangguan saraf, anemia, keterlambatan tumbuh, bahkan gangguan ginjal," katanya.

Dalam jangka panjang, ia mengatakan, paparan zat berbahaya seperti mikroplastik dan logam berat bisa mempengaruhi kemampuan kognitif anak.

"Kemampuan belajar bisa berkurang, konsentrasi terganggu, bahkan bisa sampai penurunan IQ," katanya.

Baca juga: IDAI minta pemerintah perkuat regulasi untuk hadirkan udara bersih

Baca juga: Paparan polusi udara semasa anak bisa pengaruhi kesehatan saat dewasa

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |