Mendagri ingatkan daerah tetap waspada meski inflasi turun

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah tidak berpuas diri serta tetap mewaspadai potensi tekanan inflasi ke depan, meski inflasi nasional sedang turun menjadi 3,48 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah.

"Kita bersyukur karena inflasi kita terjaga, cukup baik turun ke angka, masuk dalam angka target di bawah 3,5 persen, 3,48 persen, tapi jangan kita berpuas diri," kata Tito di Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikan Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin.

Meski capaian tersebut dinilai membaik, kondisi inflasi ini masih belum merata di seluruh wilayah.

Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya pemda tidak hanya mengacu pada inflasi tahunan (year on year), tetapi juga mencermati inflasi bulanan (month to month) yang dinilai lebih mencerminkan tren terkini.

"Yang lebih utama sekali sebetulnya adalah month to month, waktu dari bulan ke bulan Februari ke Maret itu yang lebih menggambarkan tren dibanding dari membandingkan di tahun lalu," jelasnya.

Baca juga: Mendagri sebut inflasi tiga provinsi terdampak mulai terkendali

Dalam forum tersebut, Mendagri juga menyoroti sejumlah daerah yang masih mengalami tekanan inflasi bulanan dan meminta kepala daerah segera mengambil langkah konkret.

"Kepala daerah (agar menggelar) rapat TPID, Tim Pengendali Inflasi Daerah. Ini month to month-nya Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, NTB, Kaltim, Papua, Sulsel, Jawa Tengah, Kaltara, Bali, itu pada posisi yang enggak boleh diam, harus segera bergerak," kata Tito.

Ia menjelaskan sumber tekanan inflasi umumnya berasal dari tiga faktor utama, yakni keterbatasan pasokan, lonjakan permintaan, atau hambatan distribusi.

Oleh karena itu, pemda diminta responsif dalam mengidentifikasi akar masalah dan mengambil langkah cepat, termasuk berkoordinasi dengan distributor maupun melakukan pengawasan terhadap potensi penimbunan.

Selain itu, Mendagri juga menyoroti komoditas pangan strategis, seperti daging ayam ras dan telur ayam ras, yang masih mengalami kenaikan harga di banyak daerah meskipun mulai menunjukkan tren penurunan.

"Daging ayam ras sudah (terjadi) penurunan, tapi masih cukup tinggi (di) 148 daerah, telur ayam ras juga menurun dari 256 daerah, tapi masih di 145 daerah terjadi kenaikan," tuturnya.

Baca juga: BI: Inflasi Maret 2026 yang terjaga hasil dari konsistensi kebijakan

Baca juga: Kemenkeu: Kebijakan pemerintah turut menjaga inflasi Lebaran

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |