Pemkab Kepulauan Seribu gencarkan peran PJLP jadi agen pilah sampah

2 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan peran Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebagai agen edukasi pilah sampah dari sumber.

"PJLP memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, para petugas tidak hanya menjalankan tugas pokoknya masing-masing, tetapi juga diharapkan mampu menjadi ujung tombak edukasi lingkungan, khususnya terkait pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga," kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan saat memberikan arahan dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang diikuti ratusan PJLP di Lapangan Voli Pulau Kelapa, Selasa.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat tercapainya target pemilahan sampah secara menyeluruh di wilayah Kepulauan Seribu, sekaligus mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Fadjar menilai sosialisasi yang diberikan kepada para PJLP harus menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Sosialisasi melibatkan PJLP dari berbagai unsur Pemkab Kepulauan Seribu, di antaranya PPSU, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Gulkarmat, Suku Dinas Perhubungan, Satpol PP, UKT 1, UKT 2, pengelola RPTRA, petugas kesehatan, serta unsur kelurahan dan kecamatan.

Fadjar menjelaskan program pilah sampah dari sumber merupakan salah satu kebijakan prioritas yang terus didorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Namun demikian, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari adanya instruksi atau kebijakan, melainkan dari implementasi nyata yang dilakukan di lapangan.

Saat ini, capaian pemilahan sampah dari sumber di wilayah Kepulauan Seribu telah mencapai sekitar 71 persen.

Angka tersebut menunjukkan perkembangan yang positif, namun Pemkab Kepulauan Seribu masih terus mendorong peningkatan capaian hingga menyentuh target 100 persen di seluruh kelurahan.

Indikator keberhasilan program tersebut dilihat dari kemampuan setiap wilayah dalam mengelola sampah yang dihasilkan tanpa harus mengirimkannya ke daratan. Semakin banyak sampah yang dapat diolah di tingkat lokal, semakin efektif pula sistem pengelolaan sampah yang diterapkan.

Pemkab Kepulauan Seribu juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah yang baik.

Melalui konsep ekonomi sirkular, sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi.

Sampah anorganik seperti plastik, logam, dan kertas dapat didaur ulang untuk menghasilkan nilai jual, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan maupun kegiatan pertanian dan penghijauan.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, pengelolaan sampah yang optimal juga diyakini mampu mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan perekonomian Kepulauan Seribu.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |