Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditawari dari salah satu produsen kendaraan listrik untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan 145 charging stations atau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai lokasi yang merupakan aset milik pemerintah daerah.
"Banyak yang ditawarkan, tetapi yang pertama sebetulnya bukan masalah mobilnya, melainkan pemasangan charging station. Ada sekitar 145 titik yang diusulkan, sehingga menarik juga untuk dikaji," kata Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono usai menerima audiensi perwakilan produsen kendaraan listrik VinFast di Purwokerto, Selasa.
Menurut dia, lokasi yang diusulkan untuk pembangunan SPKLU tersebut tersebar di berbagai wilayah Banyumas dengan memanfaatkan aset milik pemerintah daerah yang dinilai strategis.
Ia mengatakan skema kerja sama yang ditawarkan memberikan peluang tambahan pendapatan asli daerah (PAD), karena perusahaan akan menyewa lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Baca juga: PLN operasikan SPKLU ke 5000 perkuat ekosistem kendaraan listrik
"Yang jelas mereka menyewa aset milik pemerintah daerah. Memang nilainya mungkin tidak terlalu besar, tetapi tetap bisa menjadi tambahan PAD," katanya.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan tersebut untuk memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Menurut dia, perusahaan itu menawarkan berbagai program promosi, termasuk pengisian daya gratis selama tiga tahun bagi pengguna kendaraan listrik asal Vietnam tersebut.
"Ini mungkin strategi pemasaran yang berbeda. Kalau merek lain lebih fokus menjual mobil, perusahaan ini justru membangun infrastrukturnya terlebih dahulu. Harapannya tentu penggunaan mobil listrik mereka akan semakin meningkat," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































