Pelaku ekonomi kreatif harus mampu jawab tantangan kelola keuangan

6 hours ago 1
Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya fokus pada literasi, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi perilaku nyata dan keputusan finansial yang lebih baik,

Palu (ANTARA) - Founder Hannah Asa Indonesia Mardiyah mengatakan, pelaku ekonomi kreatif yang saat ini tumbuh diharapkan mampu menjawab tantangan dalam pengelolaan keuangan saat ini.

Dalam pelatihan bertajuk "Creative Wealth Bootcamp: Financial Literacy & Communication Strategy for Creators", pihaknya merancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

Mardiyah di Palu, Senin menyebutkan, saat ini semakin banyak generasi muda yang telah mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri seiring pertumbuhan ekonomi kreatif.

Namun, pihaknya menemukan sejumlah pelaku ekraf masih menghadapi persoalan seperti pendapatan tidak stabil, belum memiliki sistem keuangan yang terstruktur, kesulitan menentukan harga, hingga kurangnya pemahaman terhadap layanan keuangan formal.

Baca juga: Kemenekraf sediakan kanal pengaduan bagi pelaku ekonomi kreatif

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya fokus pada literasi, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi perilaku nyata dan keputusan finansial yang lebih baik,” ujarnya.

Sebanyak 200 peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda di Kota Palu mengikuti pelatihan literasi keuangan guna meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan serta kapasitas dalam mengembangkan usaha berbasis kreativitas.

Kegiatan pelatihan ini merupakan kolaborasi komunitas Hannah Asa Indonesia yang bergerak di bidang literasi keuangan bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut dia, risiko penipuan digital dan investasi ilegal juga masih menjadi ancaman bagi generasi muda yang aktif dalam aktivitas ekonomi berbasis kreativitas.

Baca juga: Kemenekraf: Pelaku ekraf jangan takut ambil proyek dari pemerintah

Karena itu, program ini mengintegrasikan tiga aspek utama, yakni literasi keuangan, kesadaran investasi, dan strategi komunikasi.

Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konsep, tetapi juga pelatihan praktik terkait pengelolaan keuangan, penyusunan arus kas, hingga penentuan harga dan komunikasi nilai produk.

Sementara itu, Deputi Kepala Wilayah KP BEI Sulawesi Tengah Dewi Nur mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi sejak dini guna membangun ketahanan finansial.

“Investasi bukan tentang menunggu waktu yang tepat, tetapi tentang memulai lebih awal, karena waktu akan membantu pertumbuhan aset secara optimal,” ujarnya.

Baca juga: Penilai kekayaan intelektual bantu pelaku ekonomi kreatif serap KUR

Ia juga menambahkan bahwa saat ini semakin banyak masyarakat mulai berinvestasi di pasar modal, namun belum semuanya memahami risiko dan strategi yang tepat.

Sehingga, ia berharap melalui kegiatan ini, seluruh masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi mudah tidak hanya menjadi investor, tetapi juga menjadi investor yang cerdas, rasional, dan teredukasi.

Ia mengatakan bahwa kolaborasi dengan Hannah Asa Indonesia dan kampus menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi keuangan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah yang juga Analis PEPK dan LMS, Adam Novriansyah juga menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi di tengah meningkatnya risiko penipuan digital.

Baca juga: Kampus dinilai sebagai fondasi bagi pelaku ekonomi kreatif

Ia mengatakan, masyarakat perlu memastikan bahwa setiap aktivitas investasi dilakukan secara legal dan logis serta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal.

“Jika menemukan indikasi penipuan atau kendala dalam layanan keuangan, masyarakat dapat segera menghubungi layanan konsumen OJK di nomor 157,” katanya.

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |