Papua Barat tawarkan proyek Bandara Rendani ke investor Tiongkok

3 weeks ago 15

Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat menawarkan proyek pengembangan Bandara Rendani, Manokwari, kepada investor asal Tiongkok guna mempercepat peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dalam siaran pers yang diterima di Manokwari, Papua Barat, Jumat, mengatakan ada sejumlah peluang investasi yang ditawarkan kepada investor Tiongkok, termasuk Bandara Rendani.

"Rabu (8/4/2026) kemarin kami sudah bertemu dengan investor asal Tiongkok di Jakarta, untuk tawarkan potensi investasi," ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan Bandara Rendani Manokwari menjadi salah satu program prioritas daerah yang mengalami penundaan selama beberapa tahun, sehingga perlu dibuka akses kepada investor luar negeri.

Pengembangan Bandara Rendani mencakup perpanjangan landasan pacu hingga 2.500 meter, pembangunan tiga garbarata, serta infrastruktur pendukung lainnya untuk meningkatkan kapasitas layanan penerbangan bagi masyarakat.

"Pengembangan Bandara Rendani sangat penting untuk memperkuat konektivitas, mendukung arus investasi dan distribusi logistik di Papua Barat," ujarnya.

Selain sektor kebandarudaraan, Dominggus juga memaparkan potensi investasi lainnya di Provinsi Papua Barat, seperti sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, serta optimalisasi potensi minyak dan gas bumi (migas).

Pemerintah provinsi turut menawarkan pengembangan industri etanol berbasis singkong sebagai bagian dari hilirisasi sektor pertanian kepada investor Tiongkok, sekaligus peluang kerja sama pendidikan vokasi dan layanan kesehatan.

"Ada potensi blok migas yang belum beroperasi dan rencana dilelang. Kemudian, pembangunan fasilitas cold storage untuk mendukung ekspor hasil ikan ke China melalui Shanghai," kata Dominggus.

Delegasi investor Tiongkok menyampaikan minat awal mendukung proyek pengembangan bandara dengan estimasi nilai sekitar Rp7 triliun yang akan melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) Tiongkok.

Investor Tiongkok juga menawarkan peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat terkait pengolahan sampah dan pengembangan telekomunikasi berbasis satelit.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan dalam forum ekonomi regional di Shanghai pada Mei 2026, termasuk promosi potensi investasi daerah dan penjajakan kerja sama lanjutan dengan investor strategis.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga diminta menyiapkan proposal proyek prioritas, khususnya di sektor kebandarudaraan dan telekomunikasi.

Turut hadir dalam pertemuan itu Direktur Doreka Foundation Toni selaku penghubung antara Pemprov Papua Barat dengan investor Tiongkok, Kepala DLHP Papua Barat, dan Plt Kepala Bappeda Papua Barat.

Baca juga: Papua Barat, China jajaki kerja sama sains dan inovasi berkelanjutan

Baca juga: Apkasi perkuat SDM pemkab di Papua Barat melalui beasiswa ke Tiongkok

Baca juga: BPS catat ekspor Papua Barat ke Tiongkok 70,18 persen

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |