PAM Jaya gunakan teknologi gel tanpa bongkar pipa bocor

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - PT PAM Jaya (Perseroda) mulai menggunakan teknologi gel khusus sebagai solusi menutup kebocoran pada jaringan pipa air agar tak lagi harus membongkar pipa yang ada.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, teknologi tersebut bekerja dengan memasukkan gel ke dalam jaringan pipa yang mengalami kebocoran. Gel itu kemudian akan menutup celah atau lubang pada pipa.

“Sekarang kita punya gel. Jadi pipa yang bocor tidak perlu dibongkar untuk ukuran-ukuran tertentu. Gel itu seperti teknologi pada ban 'run flat tire'. Ketika ada lubang, dia akan langsung menutup,” kata Arief di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Menurut dia, teknologi tersebut telah diuji coba pada jaringan pipa di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Hasilnya, kebocoran pada pipa dapat tertutup dengan cepat tanpa perlu pembongkaran.

Baca juga: PAM Jaya dorong inovasi ciptakan air dari udara dan kurangi plastik

Arief menjelaskan, gel tersebut dapat bertahan hingga sekitar delapan tahun sehingga dinilai efektif untuk mengurangi kebocoran pada jaringan pipa lama.

“Waktu kita coba sekitar jam dua malam, yang bolong-bolong langsung tertutup dan itu bisa delapan tahun bertahan. Kita sekarang sudah punya,” ungkap Arief.

Penggunaan teknologi ini juga diharapkan dapat membantu menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), yaitu air yang sudah diproduksi namun tidak tercatat sebagai penggunaan pelanggan.

Menurut Arief, salah satu penyebab NRW adalah kebocoran pada jaringan pipa yang sebagian sudah berusia cukup tua.

“Usia pipa kita variatif. Ada yang sudah lebih dari 30 tahun dan jumlahnya sekitar 70 persen dari jaringan yang ada,” katanya.

Baca juga: Cakupan PAM Jaya sudah 80 persen, zona bebas air tanah perlu diperluas

Karena itu, penggunaan teknologi perbaikan tanpa pembongkaran dinilai dapat mempercepat penanganan kebocoran sekaligus mengurangi potensi kehilangan air bersih untuk pelanggan.

Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah inovasi lain, seperti digitalisasi sistem pelayanan, penggunaan "smart water meter" serta pengembangan aplikasi layanan pelanggan agar masyarakat bisa lapor jika mengalami gangguan air melalui ponsel.

PAM Jaya juga menyiapkan teknologi baru yang mampu menghasilkan air minum dengan menangkap kandungan air dari udara. Teknologi tersebut rencananya akan ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin.

Tak hanya itu, perusahaan juga berencana memproduksi air minum kemasan ramah lingkungan berbahan kertas untuk mengurangi penggunaan botol plastik.

Berbagai inovasi dilakukan BUMD DKI Jakarta tersebut untuk memperluas layanan air perpipaan. Saat ini, cakupan layanan air perpipaan di Jakarta disebut telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |