PalmCo serap 2,09 juta ton TBS petani hingga Juli 2026

5 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mencatat penyerapan lebih dari 2,09 juta ton tandan buah segar (TBS) dari kebun petani mitra hingga Juli 2026 atau meningkat lebih dari 13 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pada Juli 2026, pabrik kelapa sawit PalmCo menyerap sekitar 361 ribu ton TBS dari kebun rakyat, meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan Juli 2025.

“Seperti arahan COO (Chief Operating Officer) Danantara yang juga merupakan Kepala BP BUMN (Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara) dan Bapak Menteri Pertanian, salah satu fokus kami dalam transformasi PalmCo adalah memastikan terciptanya ekosistem kemitraan yang sehat,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.

Jatmiko mengatakan kemitraan tersebut tidak hanya memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani, tetapi juga mencakup pembinaan agronomi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Baca juga: KSP: Pabrik CPO milik koperasi harus meningkatkan kesejahteraan petani

Menurut dia, petani membutuhkan dukungan dalam pengelolaan kebun agar produktivitas meningkat dan pada akhirnya memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan.

Salah satu pola yang diterapkan PalmCo adalah pendampingan kepada koperasi unit desa (KUD) agar pengelolaan kebun petani mengikuti standar yang serupa dengan perkebunan perusahaan, termasuk melalui penerapan praktik budidaya kelapa sawit yang baik atau good agricultural practices.

PalmCo mencatat rata-rata produktivitas kebun mitranya saat ini mencapai 20,18 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan standar 19 ton per hektare berdasarkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Selain pendampingan budidaya, perusahaan telah menyalurkan 6,8 juta bibit sawit unggul bersertifikat dan menjalankan peremajaan kebun sawit rakyat pada lebih dari 47 ribu hektare lahan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |