Jakarta (ANTARA) - Akademisi menilai kehadiran Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) sebagai bukti tingginya komitmen Indonesia untuk mempengaruhi struktur dewan tersebut.
Penilaian tersebut disampaikan oleh Profesor Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (UNPAD) Teuku Rezasyah saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu, terkait partisipasi Presiden Prabowo di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BoP di Washington DC, Amerika Serikat pada 19 Februari.
“Dengan hadir sejak dini, membuktikan tingginya komitmen Presiden Republik Indonesia (RI) untuk mempengaruhi struktur BoP yang belum terbentuk,” kata Reza.
Menurut dia, kehadiran Indonesia pada tahap awal BoP dibentuk atas inisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, juga dinilai lebih kuat secara psikologis dibandingkan negara yang menyatakan keanggotaannya menjelang KTT dewan tersebut, termasuk Israel.
“Kehadiran Indonesia pada tahap awal adalah lebih kuat secara psikologis, daripada Israel yang menyatakan keanggotaannya menjelang KTT,” ucapnya.
Mengomentari terkait posisi Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF) yang diberikan kepada Indonesia, Reza menyampaikan bahwa penunjukan tersebut merupakan perwujudan dari kredibilitas Indonesia semakin meningkat dalam struktur BoP.
“Selepas penunjukan perwira RI sebagai Wakil Komandan ISF, kredibilitas Indonesia semakin menaik dalam BoP,” ucapnya.
Ia juga menilai kredibilitas global Indonesia semakin meningkat di berbagai forum internasional. Hal itu menjadikan Presiden Prabowo sebagai tokoh yang mampu menjembatani berbagai kepentingan nasional lintas benua guna memperkuat perdamaian dunia.
“Kredibilitas global RI juga semakin menaik di semua forum internasional. Sehingga menjadikan Presiden RI sebagai tokoh yang mampu mempertautkan berbagai kepentingan nasional yang lintas benua, guna mencapai konsensus yang saling memperkuat perdamaian dunia,” tambah dia.
Presiden Prabowo beserta sejumlah pemimpin negara Muslim menghadiri KTT Board of Peace perdana yang digelar di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2) pagi waktu setempat.
Pertemuan itu, yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Trump selaku tuan rumah dan inisiator BoP berlangsung selama tiga jam, diisi dengan sesi intervensi (penyampaian pernyataan sikap) dari seluruh pemimpin dan perwakilan negara anggota, termasuk dari Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, pertemuan puncak pertama BoP itu berlangsung dengan lancar, mengingat adanya laporan mengenai kemajuan-kemajuan dalam pemulihan kehidupan di Gaza setelah berlakunya gencatan senjata, kemudian rencana-rencana pemulihan di Gaza yang akan dilakukan oleh Dewan Perdamaian ke depannya.
Baca juga: Dewan Perdamaian ala AS picu kekhawatiran solusi Gaza dan Palestina
Baca juga: Menlu RI: Wakil Panglima ISF cerminkan kepercayaan dunia ke Indonesia
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































