Pakar: Risiko bencana perlu jadi pertimbangan kebijakan ekonomi

2 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho mengingatkan bahwa penghitungan risiko bencana perlu menjadi pertimbangan dalam kebijakan perekonomian.

Dalam diskusi daring diikuti dari Jakarta, Selasa, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Wisnu mengatakan Indonesia sebagai wilayah rawan bencana, baik bencana alam maupun hidrometeorologi dapat mempertimbangkan risiko bencana dalam kebijakan ekonominya.

Baca juga: Ekonomi 2025 stabil meskipun belum tumbuh kuat ujian kebijakan 2026

"Pertumbuhan kita di negara kita biasanya yang pertama neglecting externalities, eksternalitas itu, kemudian tidak dipedulikan, diacuhkan, jadi kemudian kebijakan fiskal, investasi itu mengabaikan adanya variabel bencana, risiko-risiko yang muncul, sehingga daerah yang memiliki risiko besar eksposure akan besar, vulnerability-nya akan besar dan itu akan berdampak langsung ke masyarakat," kata Wisnu.

Selain itu, dia merujuk perlunya menghindari miskalkulasi penggunaan spasial, termasuk ekspansi infrastruktur di daerah rentang, seperti pesisir, lembah dan lereng tanpa melakukan mitigasi risiko.

Dia mendorong untuk menghindari bias untuk mendapatkan produk domestik bruto (gross domestic product/GDP) jangka pendek.

"Mereka mencari yang cepat untung, padahal kita tidak boleh mencari yang cepat untung, kita harus berpikir jangka panjang. Anak kita akan seperti apa, cucu kita akan seperti apa, bagaimana kalau ada risiko bencana dan lain-lain," tuturnya.

Baca juga: Komisi XI: Fungsi pengawasan jadi instrumen penjaga kebijakan ekonomi

Baca juga: HSBC proyeksi defisit fiskal RI terjaga di bawah 3 persen pada 2026

Penghitungan dan pertimbangan efek jangka panjang tersebut diperlukan untuk menekan risiko bencana yang dapat mengakibatkan korban jiwa akibat bencana alam atau hidrometeorologi.

Secara khusus, dia mengingatkan bahwa terdapat potensi perubahan perilaku ketika masyarakat terpapar dengan bencana alam dalam periode tertentu, termasuk perilaku terkait ekonomi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan menjadi faktor kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |