Pakar: Operasi AS di Amerika Latin tak kurangi peredaran kokain

2 hours ago 3

Washington (ANTARA) - Operasi militer Amerika Serikat (AS) untuk memerangi perdagangan narkoba di Amerika Latin tidak menurunkan peredaran kokain, sebaliknya, volume peredarannya meningkat dalam setahun terakhir, kata pakar politik Prancis dari Universitas Rouen Normandy, Thomas Posado, kepada RIA Novosti.

Pada November 2025, Menteri Perang AS Pete Hegseth meluncurkan Operasi Southern Spear yang menargetkan kartel narkoba di Amerika Latin.

Dalam operasi tersebut, militer AS menyerang kapal-kapal di Laut Karibia dan Pasifik bagian timur yang menurut Washington terkait dengan kartel narkoba.

"Analisis menunjukkan bahwa peredaran kokain, yang menjadi sasaran utama kampanye militer ini tidak menurun. Sebaliknya, peredarannya justru sedikit meningkat," kata Posado.

Menurut dia, kampanye tersebut belum mencapai tujuan utamanya meskipun telah melancarkan puluhan serangan terhadap kapal yang diduga terkait dengan perdagangan narkoba.

Selain itu, rute transit kokain melalui Venezuela mulai bergeser dari jalur laut di Karibia ke jalur darat menuju Guyana, kata pakar tersebut.

"Karibia tetap menjadi jalur transit terpenting kokain antara wilayah produksi - Kolombia, Peru, dan Bolivia - dan pasar utama, yaitu Amerika Serikat," kata Posado.

"Di Venezuela, jalur laut yang sebelumnya menuju Aruba, Bonaire, dan Curacao, serta Trinidad dan Tobago, kini digantikan oleh jalur darat menuju Guyana karena pengawasan yang meningkat," imbuhnya.

Namun, AS menilai hasil operasi tersebut secara berbeda. Komando Selatan AS (SOUTHCOM) menyatakan aktivitas maritim ilegal di sejumlah wilayah di Karibia dan Pasifik bagian timur telah menurun secara signifikan.

Menurut SOUTHCOM, sejak September 2025, militer AS telah menghancurkan sedikitnya 67 kapal dalam serangkaian serangan yang menargetkan tersangka penyelundup narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik. Serangan tersebut menewaskan 221 orang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Kolombia musnahkan 4,5 ton kokain sitaan senilai 85 juta dolar

Baca juga: Venezuela dan AS sepakat kerja sama atasi perdagangan narkoba

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |