Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap merevitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta 1.487 sekolah lainnya di provinsi tersebut, dengan anggaran mencapai Rp1,2 triliun.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen Moch Salim Somad mengatakan pihaknya telah turun langsung untuk melihat kondisi sekolah sekaligus memastikan kebutuhan perbaikan yang diperlukan sehingga proses revitalisasi SDN Mboeng siap dilakukan pada tahun ini.
“Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat,” kata Salim di Jakarta pada Kamis.
Perbaikan tersebut, kata dia, menyasar sejumlah bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ruang belajar yang selama ini masih menggunakan bangunan darurat.
Pihaknya mencatat dua ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran.
Baca juga: Presiden targetkan revitalisasi satuan pendidikan selesai pada 2029
Keterbatasan ruang kelas lantas membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat.
Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu tantangan bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Salim menambahkan sebagian pembangunan ruang kelas yang digunakan sekolah bahkan berasal dari swadaya masyarakat, khususnya orang tua siswa.
“Sebagian pembangunan dari swadaya orang tua siswa,” ujarnya.
Kondisi SDN Mboeng sebelumnya menjadi perhatian publik setelah kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan viral di media sosial.
Baca juga: Mendikdasmen ingatkan sekolah tak manipulasi data demi terima bantuan
Perhatian semakin besar karena sekolah tersebut diketahui mendapatkan perangkat digital berupa papan interaktif untuk mendukung proses pembelajaran, meskipun muncul informasi bahwa sekolah belum memiliki sumber listrik yang memadai.
Tidak hanya SDN Mboeng, ia mengatakan program revitalisasi sekolah di Provinsi NTT juga memiliki cakupan yang cukup besar.
Pada tahun 2025, Salim menyebutkan terdapat 580 satuan pendidikan yang menjadi sasaran revitalisasi.
Sementara pada 2026, jumlah satuan pendidikan yang mendapatkan program tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun,” ungkap Salim.
Besarnya anggaran tersebut menunjukkan bahwa perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu agenda penting pemerintah, khususnya untuk daerah yang masih menghadapi persoalan keterbatasan infrastruktur sekolah.
Pihaknya berharap revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan yang rusak, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan mendukung proses belajar mengajar.
Ketersediaan ruang kelas yang layak menjadi bagian penting dalam memastikan siswa dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus berada dalam kondisi bangunan yang membahayakan.
Baca juga: Kemendikdasmen salurkan Rp860 juta untuk sekolah terdampak gempa NTT
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































