Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut sepuluh produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kemendag masuk ke 19 gerai jaringan ritel AEON Indonesia, baik pusat perbelanjaan maupun pasar swalayan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan keberhasilan merupakan bukti bahwa UMKM berdaya saing mampu memenuhi standar ritel modern.
"Sinergi Kemendag dengan ritel modern menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas bagi UMKM kita yang berkualitas," ujar Budi melalui keterangan di Jakarta, Kamis.
Masuknya 10 produk UMKM pangan ini ditandai dengan penandatanganan dua kerja sama, yakni nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dan kontrak dagang antara 10 UMKM pangan dan AEON Indonesia.
10 produk tersebut terdiri dari keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju (cheese stick), kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang.
"Kesepuluh UMKM telah dikurasi ketat dari segi standar produk, legalitas, hingga konsistensi pasokan. Kami terus mendorong UMKM untuk berinovasi menghasilkan produk berkualitas sehingga mampu memenangkan pasar di dalam dan luar negeri," kata Budi.
Berdasarkan Statista, nilai pasar domestik untuk sektor makanan dan minuman diproyeksikan tumbuh rata-rata 6,95 persen per tahun selama 5 tahun ke depan.
Budi mengatakan, kemitraan UMKM dengan ritel modern menjadi strategi membangun momentum bagi produk UMKM makanan dan minuman.
Sepanjang 2025-2026, Kemendag telah memfasilitasi sebanyak 1.488 UMKM melalui program perluasan akses pasar dalam negeri, di antaranya melalui pameran pasar dalam negeri lewat Pangan Nusa Expo dan UKM Pangan Award Goes to Ritel Modern, penjajakan bisnis dengan pengusaha ritel dan department store, kemitraan dengan Kereta Api Indonesia (KAI) dan Teras Indonesia IKEA, serta berbagai fasilitasi promosi lainnya.
Baca juga: Mendag pastikan kewajiban sertifikasi halal tidak ganggu distribusi
Baca juga: Mendag dorong UMKM perkuat promosi untuk saingi produk asing
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































