Pakar onkologi sebut harapan hidup pasien kanker semakin meningkat

1 month ago 5

Jakarta (ANTARA) - Pakar Onkologi Parkway Cancer Centre Singapura Dr. See Hui Ti menyebut harapan hidup pasien kanker semakin meningkat berkat pengobatan yang semakin presisi.

"Jumlah kasus kanker memang meningkat, tetapi harapan hidup pasien juga terus bertambah berkat perkembangan terapi dan teknologi medis. Banyak pasien dapat hidup lebih dari 10–15 tahun setelah diagnosis, karena adanya pengobatan yang semakin presisi," katanya dalam diskusi bersama media di Jakarta, Kamis.

Namun demikian, See Hui Ti mengingatkan bahwa beberapa kanker berkaitan dengan kadar insulin dan obesitas, di antaranya kanker payudara, kanker rahim, kanker usus besar (kolon), kanker lambung, kanker prostat, hingga kanker ginjal.

Baca juga: Penanganan kanker butuh strategi progresif dan berorientasi pasien

Ia menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal dengan asupan gizi seimbang pada perempuan agar terhindar dari kanker serviks atau kanker payudara.

"Menurunkan berat badan dari obesitas ke berat badan normal dapat membantu memperbaiki kondisi. Namun, orang yang sudah memiliki berat badan normal tidak perlu menjadi terlalu kurus, karena berat badan ideal berbeda pada setiap orang, yang dipengaruhi faktor genetik dan bentuk tubuh alami," ujar dia.

Terkait pencegahan kanker serviks, See Hui Ti menekankan pentingnya pencegahan utama melalui vaksinasi HPV sesuai anjuran pemerintah. Orang tua sangat dianjurkan memanfaatkannya untuk anak-anak mereka.

Sedangkan untuk pencegahan kanker payudara, ia menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal sepanjang hidup untuk membantu menurunkan risiko.

"Berat badan yang dianjurkan berbeda sebelum dan sesudah menopause, sehingga pengelolaannya perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing perempuan. Jika Anda di bawah 50 tahun, tidak perlu terlalu kurus, tetapi jika Anda sudah melewati batas usia 50 tahun, lebih kurus akan lebih baik," tuturnya.

Baca juga: Dokter: Usia pasien kanker paru di Indonesia 10 tahun lebih muda

Baca juga: Etana dukung penguatan pengobatan onkologi untuk pasien kanker

See Hui Ti menegaskan kadar stres sangat berpengaruh terhadap kesembuhan pasien kanker, karena berdasarkan pengalaman klinis, pasien dengan stres berkepanjangan lebih sering mengalami kekambuhan.

"Faktor stres yang sering ditemukan berasal dari konflik rumah tangga, perselingkuhan pasangan, masalah keluarga, gangguan kesehatan mental anggota keluarga, hingga tekanan emosional jangka panjang. Oleh karena itu, dokter tidak hanya memberikan terapi medis, tetapi juga banyak membantu pasien mengelola kondisi psikologisnya," tuturnya.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |