Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melakukan percepatan pembangunan jaringan jalan utama Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, untuk mendukung kelancaran aktivitas di wilayah setempat.
"Pembangunan jaringan jalan utama 1B dan 1C menjadi bagian penting sistem transportasi yang terintegrasi, aman, dan efisien di KIPP IKN," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya menyangkut infrastruktur transportasi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kamis.
Jaringan jalan utama tersebut, lanjut dia, akan mendukung kelancaran aktivitas pemerintahan, pendidikan, layanan kesehatan, serta hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat di IKN.
Otorita IKN berkomitmen memastikan pembangunan infrastruktur berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal mewujudkan IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
Baca juga: Pembangunan IKN 2026 jadi penguatan strategis sebagai ibu kota politik
Hingga kini, kemajuan pembangunan jaringan jalan utama untuk paket A jalan pada seksi satu sepanjang 1,3 kilometer menghubungkan hunian vertikal ASN satu hingga ke arah Lapangan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesai (PSSI) mencapai 99 persen.
Kemajuan pengerjaan paket B jalan pada seksi dua sepanjang 1,9 kilometer yang melewati beberapa persil strategis, termasuk Sekolah Al-Azhar sudah 100 persen, dan paket C jalan pada seksi tiga sepanjang 1,8 kilometer melayani akses menuju kawasan pendidikan, seperti Sekolah Taruna Nusantara juga telah mencapai 100 persen.
Kemajuan pembangunan paket D jalan pada seksi lima sepanjang 2,2 kilometer, mendukung konektivitas antar kawasan persil investasi pergudangan material konstruksi pintar dan ramah lingkungan IKN (Sunhub) mencapai 100 persen, serta paket E jalan lingkar PSSI sepanjang 2,2 kilometer.menghubungkan Lapangan PSSI dan Rumah Sakit (RS) Mayapada mencapai 99 persen.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































