Hasil sidang DEN tepat dan antisipatif dampak konflik di Timur Tengah

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Hasil Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026 dalam menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak penutupan Selat Hormuz terhadap jalur logistik minyak dunia dinilai tepat dan antisipatif.

“Kita patut mengapresiasi hasil Sidang DEN sebagai upaya antisipatif pemerintah menyusul dinamika global,” kata Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, sejumlah skenario sudah disiapkan termasuk mitigasi risiko agar pasokan energi nasional tetap aman.

Ia menilai di tengah potensi gangguan sekitar 20 persen pasokan minyak global atau sekitar 20,1 juta barel per hari akibat penutupan Selat Hormuz, pemerintah perlu bergerak cepat dan terukur.

Selain itu, arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran Kementerian ESDM untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan energi di dalam negeri menunjukkan komitmen kuat negara dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.

Baca juga: IRGC: Iran ancam serang kapal lintasi Selat Hormuz

Ilustrasi - Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py)

Berdasarkan data yang disampaikan dalam sidang, sekitar 19 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia atau sekitar 25,36 juta barel berasal dari kawasan Timur Tengah dan melalui Selat Hormuz.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan langkah pengalihan sebagian impor minyak mentah ke negara lain dengan jalur pasokan yang lebih aman, termasuk meningkatkan suplai dari Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, untuk impor BBM, pasokan relatif aman karena sebagian besar berasal dari negara-negara di luar kawasan konflik.

Selain itu, kebutuhan elpiji nasional sebesar 7,3–7,8 juta ton per tahun yang masih dipenuhi melalui impor juga diarahkan untuk semakin terdiversifikasi sumbernya, termasuk dari AS sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Baca juga: Trump: AS tawarkan pengawalan kapal tanker di Teluk Persia

Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)

Abdul Rahman menekankan bahwa diversifikasi energi tidak hanya sebatas pengalihan sumber impor, tetapi juga harus menyentuh optimalisasi potensi dalam negeri.

“Diversifikasi energi ini bukan hanya soal mengganti negara pemasok, tetapi juga memaksimalkan semua potensi sumber energi yang sudah ada di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Menurut dia, satu yang perlu menjadi fokus DEN adalah optimalisasi pembangkit listrik tenaga air yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Misalnya, pembangkit listrik tenaga air yang belum dioptimalkan dan apabila masih ada yang belum dimaksimalkan pemanfaatannya harus segera disiapkan.

“Intinya seluruh upaya yang mengarah pada ketahanan energi nasional perlu dioptimalkan sebagai bagian dari langkah antisipasi,” katanya.

Baca juga: Sekitar 200 kapal tanker terjebak di pintu masuk Selat Hormuz

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Ia menambahkan bahwa diversifikasi sumber energi, mitigasi risiko impor serta optimalisasi energi domestik harus berjalan beriringan agar Indonesia tidak rentan terhadap gejolak geopolitik global.

“Ketahanan energi adalah fondasi stabilitas ekonomi. Jika pasokan aman dan terkendali, maka inflasi bisa dijaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” katanya.

Ia mengatakan, keputusan dan rekomendasi Sidang Anggota DEN ke-1 Tahun 2026 harus segera ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait sebagai pedoman operasional cepat dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

“Ketahanan energi adalah fondasi stabilitas ekonomi. Jika pasokan aman dan harga terkendali, maka inflasi bisa dijaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” kata dia.

Sidang DEN ke-1 dipimpin oleh Menteri ESDM selaku Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia dalam menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak penutupan Selat Hormuz terhadap jalur logistik minyak dunia berlangsung di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa (3/3).

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |