Grebek sahur hingga lomba anak warnai Ramadhan Karim Kota Tangerang

1 hour ago 1
Ramadhan Karim tahun ini menyuguhkan perpaduan antara nilai religi dan hiburan rakyat. Sederet lomba yang menjadi daya tarik utama diantaranya adalah lomba tari kreasi, lomba mewarnai anak, hingga lomba grebek sahur...

Tangerang (ANTARA) - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Banten, Kaonang mengatakan Ramadhan Karim di Masjid Agung Al-Ittihad bukan sekadar acara seremonial, melainkan integrasi antara nilai religius, kompetisi, dan perawatan tradisi lokal.

"Ramadhan Karim tahun ini menyuguhkan perpaduan antara nilai religi dan hiburan rakyat. Sederet lomba yang menjadi daya tarik utama diantaranya adalah lomba tari kreasi, lomba mewarnai anak, hingga lomba grebek sahur yang kental dengan nuansa tradisi membangunkan sahur di tengah masyarakat," kata Kaonang dalam keterangannya di Tangerang Rabu.

Perlu diketahui Dispora Kota Tangerang bersinergi dengan Fatayat NU menggelar kegiatan Ramadhan Karim di Masjid Agung Al-Ittihad hingga 8 Maret 2026. Perhelatan ini hadir sebagai ruang syiar Islam, sekaligus upaya merawat tradisi budaya lokal pada bulan Ramadhan.

Ia juga menjelaskan kegiatan ini memberikan wadah bagi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Baca juga: Ustadz paparkan hukum pakai obat saat puasa mulai infus hingga inhaler

"Setiap OKP punya kultur yang berbeda-beda. Fatayat NU dengan basis keagamaannya akan mengampu Ramadhan Karim ini setiap tahunnya. Masjid Al-A’zhom punya festival pada 1 Muharram, maka Masjid Al-Ittihad memiliki Ramadhan Karim di bulan suci ini," ujar Kaonang.

Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi luas dari santri berbagai pondok pesantren, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).

"Melalui Ramadhan Karim, perbedaan latar belakang diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan di Kota Tangerang," ujarnya.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Ittihad Herman Suwarman menegaskan Ramadhan Karim merupakan wadah penting untuk mengisi bulan suci dengan aktivitas yang produktif, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Baca juga: Kemenag gelar takjil pesantren gaungkan semangat beragama dengan asyik

“Ini adalah hasil gagasan bersama pemerintah melalui Dispora yang bekerja sama dengan Fatayat NU Kota Tangerang. Banyak berbagai kegiatan yang dilaksanakan, terutama untuk mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata dalam menjaga kekhasan suasana Ramadhan di Kota Tangerang.

Ia berharap Ramadhan Karim dapat menjadi benteng dalam mempertahankan tradisi budaya lokal yang sudah mengakar di masyarakat.

"Pelaksanaan ini semakin menambah khazanah dan mempertahankan tradisi budaya Kota Tangerang. Dengan ragam dan perbedaan yang ada, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan kita semua,” katanya.

Baca juga: Pemerintah anggarkan Rp55 triliun untuk THR Lebaran 2026 ASN

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |