NPC tekankan pentingnya peran daerah untuk raih prestasi internasional

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia menekankan pentingnya peran kepengurusan daerah sebagai titik awal untuk meraih prestasi internasional, termasuk di Asian Para Games 2026, Jepang, pada Oktober.

Menurut Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, hal itulah yang membuat pihaknya mendukung penuh pembinaan di setiap daerah melalui program "Mendobrak Batas". Program itu mencari dan mendata atlet muda berbakat di seluruh tanah air.

"Kami sudah mendapatkan ribuan calon atlet yang masih akan disortir. Kami memilih mana yang bisa dimaksimalkan potensinya, mana yang tidak," ujar Senny, dikutip dari keterangan resmi NPC Indonesia, Selasa.

Baca juga: Angkat berat Indonesia raih 25 medali, berpotensi ke Asian Para Games

Baca juga: Fadli jadikan empat medali Kejuaraan Asia modal ke Asian Para Games

Dia menegaskan, NPC akan terus memotivasi kepengurusan di daerah-daerah untuk memperkuat pencarian dan pengembangan talenta atlet belia di wilayah masing-masing.

Nantinya, mereka yang terpilih akan dibina secara serius di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di kawasan Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Oleh karena itu, Senny berharap NPC di daerah juga mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi. Jika semuanya berjalan lancar, maka upaya untuk memunculkan atlet-atlet berlevel internasional bisa optimal.

"Kami akan terus mendorong hal itu (dukungan dari pemerintah provinsi-red) agar semua NPC merata. Gubernur bisa mendengarkan keluh kesah dari NPC yang ada di wilayahnya," tutur dia.

Pada kesempatan yang sama, Senny Marbun juga menyampaikan bahwa NPC Indonesia kini fokus mempersiapkan diri menghadapi dua kompetisi besar yaitu Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada Oktober, dan Piala Dunia Sepak Bola Cerebral Palsy, IFCPF World Cup 2026, pada bulan yang sama.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto, mengatakan pemusatan latihan untuk 11 cabang olahraga menuju Asian Games 2026 terus berjalan.

Indonesia berharap bisa meraih medali emas dari cabor-cabor yang kini sedang naik daun, sebagai opsi pengganti karena cabang olahraga para catur, yang berhasil mendapatkan 10 medali emas pada edisi sebelumnya, tidak dipertandingkan.

"Sekarang, panahan, boccia, para judo dan para atletik sedang naik daun. Mudah-mudahan bisa memenuhi (target) medali dari cabor-cabor itu. Ditambah satu nomor baru di para bulu tangkis. Sekarang ada nomor ganda baru, combined class 8. Kita kuat di situ," kata Rima.

Sementara untuk IFCPF World Cup 2026, NPC Indonesia merancang agar pasukan besutan Yanuar Dhuma Ardhiyanto memiliki masa persiapan khusus selama tiga hingga empat bulan.

IFCPF World Cup 2026 menjadi debut Indonesia di kejuaraan tersebut. Indonesia lolos ke Piala Dunia itu untuk pertama kalinya lantaran Iran didiskualifikasi.

"Saat ini kami sedang mencari sponsor untuk tim sepak bola CP. Targetnya, minimal masa persiapan tiga bulan. Namunlebih baik lagi, jika sudah ada (sponsor), bulan Juni sudah mulai. Itu berarti persiapannya empat bulan karena World Cup akan digelar bulan Oktober," tutur Rima.

Baca juga: Kholidin incar emas Asian Para Games 2026

Baca juga: Ditemui CdM APG, Erick ingatkan tantangan prestasi di Asian Para Games

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |