Nelayan asal Malteng ditemukan di Perairan Pulau Misol

6 hours ago 1
Setelah ditemukan masyarakat, korban selanjutnya diserahkan ke Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol guna mendapatkan perawatan

Ambon (ANTARA) - Seorang nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku yang dilaporkan hilang kontak sejak beberapa hari lalu berhasil ditemukan dalam kondisi lemas di sekitar Perairan Desa Yelu (Pulau Misol) Kabupaten Raja Ampat (Papua Barat Daya).

"Nelayan yang diketahui bernama Roni Fatubun (40) ini awalnya ditemukan dan diselamatkan masyarakat sekitar Perairan Desa Yelu bersama perahu panjang (longboat) miliknya pada Sabtu, (11/4) sekitar pukul 18.00 WIT," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku Muhamad Arafah di Ambon, Minggu malam.

Setelah ditemukan masyarakat, korban selanjutnya diserahkan ke Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol guna mendapatkan perawatan.

"Upaya pencarian korban pada hari kedua oleh Tim SAR Gabungan kembali dilanjutkan. Sejak pukul 07.00 WIT Tim SAR Gabungan dikerahkan menggunakan RIB menuju sejumlah titik koordinat guna melaksanakan pencarian," ucapnya.

Baca juga: Tim SAR Banten cari warga China terseret arus Pantai Cibobos Lebak

Berselang satu jam kemudian tim SAR Gabungan mendapat informasi dari Kapolsek Wahai (Pulau Seram) Kabupaten Maluku Tengah melaporkan korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di sekitar Perairan Pulau Misol dan sementara mendapatkan perawatan di Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol.

Setelah Tim menerima informasi tersebut, dilakukan koordinasi bersama pihak keluarga yang sedari beberapa hari lalu turut melakukan pencarian di sekitar Perairan Pulau Misol.

"Alhamdulillah kini pihak keluarga sudah tiba di Pos Patroli TNI AL untuk menjemput korban kembali ke Dusun Parigi," ujarnya.

Setelah melakukan beberapa jam perjalanan kembali ke Pulau Seram, korban bersama pihak keluarga kini sudah tiba dengan selamat pada pukul 17.00 WIT di Dusun Parigi.

Awalnya informasi kondisi membahayakan jiwa manusia itu diterima Unit Siaga SAR Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur pada Sabtu, 11 April 2026 sekitar pukul 13.20 WIT dari Kapolsek Wahai.

Dalam keterangan dilaporkan, korban bertolak dari Pulau Misol menuju Kabupaten SBT tanggal 9 April sekitar pukul 15.00 WIT dan diperkirakan tiba di SBT pada tanggal 10 April namun naas korban diketahui belum jua tiba pada tempat tujuan.

Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, Basarnas, Polairud, TNI AL, dan masyarakat.

Baca juga: BPKH serahkan SAR 152,4 juta banknotes untuk uang saku jamaah haji

Pewarta: Daniel Leonard
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |