Moskow (ANTARA) - Sejumlah negara Eropa yang berbatasan dengan Rusia diam-diam membahas pengembangan kemampuan “penangkal nuklir” untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan pemerintah dengan kalangan militer.
Pembicaraan tersebut dilakukan secara bilateral atau trilateral antarnegara yang memiliki hubungan dekat, kata salah satu sumber. Negara-negara yang terlibat umumnya adalah negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
Menurut Bloomberg, mereka bertindak hati-hati, seraya memantau sinyal yang mungkin dikirimkan tindakan mereka kepada Rusia. Diskusi tersebut diadakan pada tingkat militer yang sangat tinggi sehingga bahkan para menteri pun mungkin tidak mengetahuinya.
Negara-negara yang berpartisipasi menyadari bahwa pengembangan persenjataan nuklir akan membutuhkan biaya tinggi dan potensi pelanggaran perjanjian internasional, serta menerima kemungkinan diserang sebagai balasan atas persetujuan untuk membela sekutu.
Para pakar yang diwawancarai Bloomberg percaya bahwa sebagian besar negara Eropa tidak akan mampu mengganti aset nuklir AS dengan aset mereka sendiri. Inggris dan Prancis menghabiskan hampir 12 miliar dolar AS per tahun bersama-sama untuk memelihara persenjataan mereka - lebih dari setengah anggaran pertahanan tahunan Swedia.
Pada Maret 2025, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklaim bahwa Rusia telah menjadi ancaman bagi Prancis dan Eropa. Ia menyerukan diskusi tentang penggunaan senjata nuklir Prancis untuk membela seluruh Uni Eropa, menekankan bahwa AS telah mengubah posisinya terhadap Ukraina dan peran utama Washington di NATO.
Sementara itu, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan bahwa Eropa harus memulai perlombaan senjata dengan Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut pernyataan Macron sangat konfrontatif. Peskov mengatakan pernyataan itu mengandung banyak ketidakakuratan, termasuk tidak menyebutkan infrastruktur militer NATO yang merayap di perbatasan barat Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kremlin konfirmasi kontak Rusia-Prancis, dialog Putin-Macron disiapkan
Baca juga: Rusia tuding Eropa tengah dipersiapkan untuk konflik bersenjata
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































