Nama Taylor Swift disematkan pada serangga pemakan tumbuhan

9 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Nama bintang pop pemenang Grammy Award, Taylor Swift, disematkan pada beberapa serangga pemakan tumbuhan asal Australia yang baru dideskripsikan.

Jurnal Insect Systematics and Evolution merilis studi baru bertajuk New genera and species of Australian sheoak-associated plant bugs ​​​​yang mencakup 12 spesies serangga pemakan tumbuhan yang baru dideskripsikan.

Menurut siaran People pada Rabu (9/9), musisi Taylor Swift menjadi inspirasi peneliti dalam menamai genus dan spesies serangga-serangga yang baru diidentifikasi tersebut.

Dalam kelompok serangga pemakan tumbuhan yang baru diidentifikasi, ada satu genus yang diberi nama Swiftiephylus, gabungan dari sebutan penggemar Swift dengan Phylus, nama yang umum digunakan untuk kelompok serangga ini.

Genus itu mencakup empat spesies dengan nama yang terinspirasi oleh Taylor Swift serta karya-karyanya, yakni Swiftiephylus taylorae, Swiftiephylus amator, Swiftiephylus intrepidus, dan Swiftiephylus poetorum.

Peneliti Sarah Schroeder​​​​​​​ selaku salah satu penulis hasil studi ingin menghormati Swift dengan menggunakan namanya untuk menamai spesies serangga.

"Sebagai Swiftie seumur hidup, rasanya sangat bermakna bagi saya untuk memberikan penghormatan kepada Taylor dengan cara ini, sekaligus menarik perhatian pada keanekaragaman serangga yang belum ditemukan," katanya.

Schroeder terdorong untuk menamai serangga tersebut dengan nama sang bintang karena mereka dapat berkamuflase di antara pohon she-oak Australia berkat tampilan pirang mereka.

"Ciri khas penampilan Taylor Swift adalah rambut pirang dan bibir merahnya. Serangga-serangga ini berwarna kuning pucat dengan aksen merah di sekujur tubuhnya," kata mahasiswa doktoral University of California-Riverside (UCR) itu dalam artikel yang disiarkan di laman resmi universitas.

"Dalam makalah tersebut, saya menyebutnya sebagai serangga pirang," katanya.

Baca juga: Taylor Swift ungkap kekagumannya untuk mendiang Dolly Parton

​​​​​​​Para peneliti dari American Museum of Natural History dan kolaborator dari Australia mengumpulkan spesimen Swiftiephylus antara tahun 1995 dan 2004, yang mencakup lebih dari 50.000 spesimen.​​​​​​​

Swiftiephylus merupakan bagian dari keluarga serangga sejati terbesar Miridae, yang mencakup 11.000 spesies serangga pemakan tumbuhan dan serangga predator yang telah dideskripsikan di seluruh dunia.

Schroeder ​​​​​​​ mengemukakan pentingnya mendeskripsikan dan menamai spesies dalam upaya untuk mendukung pelestariannya.

"Jika kita tidak mendeskripsikan spesies, kita tidak akan tahu keberadaannya dan tidak dapat melestarikannya," kata dia.

Baca juga: Jutaan spesies serangga belum teridentifikasi

Baca juga: Kebun Raya Bali temukan dua kelompok spesies kunang-kunang

Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |