Wamendiktisaintek: Kerja sama industri, akademik dan penelitian Indonesia dengan China berprospek luas

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Dalam forum diskusi Indonesia-China bertajuk "Indonesia-China Education-Industry Collaboration Summit 2026" yang diselenggarakan pada Kamis (10/9), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia (RI) Stella Christie menyampaikan bahwa kerja sama di bidang pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengembangan talenta merupakan komponen penting dari hubungan bilateral Indonesia- China, dan prospek kerja sama industri, akademik, dan penelitian antara kedua bangsa sangat luas dan memiliki potensi pengembangan yang sangat besar.

Dalam pidatonya di hadapan sekitar 200 perwakilan dari hampir 100 perguruan tinggi di Indonesia dan lebih dari 20 perusahaan China yang menghadiri acara tersebut, Stella mengutip daftar Nature Index Research Leaders 2026 yang diterbitkan oleh jurnal internasional terkemuka Nature, yang menunjukkan bahwa sembilan dari 10 institusi teratas di dunia berbasis di China.

Pencapaian itu dikaitkan dengan penekanan China pada pendidikan tinggi dan penelitian ilmiah, investasi besar-besaran selama beberapa dekade, dan upaya untuk memfasilitasi integrasi mendalam antara industri dan akademisi.

Indonesia harus belajar dari China dan mengubah model pembangunan nasional, dari yang bergantung pada eksploitasi sumber daya alam menjadi yang didorong oleh inovasi teknologi dan talenta yang sangat terampil atau skilled labor. Indonesia dan China k memiliki prospek kerja sama yang luas di bidang ini, ujar Stella.

"Kuncinya adalah mendorong politeknik kita untuk berkolaborasi dengan mitra China dan secara sistematis mempromosikan kerja sama industri-akademisi-penelitian. Misalnya, kemitraan antara Politeknik Negeri Jakarta dan Guangxi LiuGong Group yang memberikan beasiswa untuk mengirim mahasiswa Indonesia ke China untuk belajar dan magang, setelah itu mereka pulang (dan) bekerja untuk ekosistem tersebut di tanah air," katanyanya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie berbicara pada forum diskusi Indonesia-China bertajuk "Indonesia-China Education-Industry Collaboration Summit 2026" yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (10/9). Agenda tersebut dihadiri sekitar 200 perwakilan dari hampir 100 perguruan tinggi di Indonesia dan lebih dari 20 perusahaan ANTARA/Xinhua

Stella juga menekankan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor energi terbarukan. Dia menuturkan pertumbuhan ekonomi global saat ini lebih bergantung pada pengembangan kecerdasan buatan dan pusat data, sehingga meningkatkan permintaan terhadap energi, terutama energi terbarukan.

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, namun saat ini mengalami kekurangan basis tenaga kerja atau sumber daya manusia yang solid, sementara China adalah pemimpin dunia dalam pengembangan energi terbarukan. Oleh karena itu, potensi kerja sama antara kedua negara sangat besar.

Sejak 2024, "Indonesia-China Education-Industry Collaboration Summit" telah diselenggarakan sebanyak tiga kali. Konferensi ini bertujuan untuk mendorong kerja sama mendalam antara perusahaan Tiongkok dan universitas-universitas Indonesia di bidang-bidang seperti perekrutan talenta lokal, pembentukan program magang, pelatihan keterampilan kerja, dan penelitian bersama. Konferensi itu berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademis dan industri, yang selanjutnya mempersempit kesenjangan antara ilmu pengetahuan, keterampilan, dan lapangan kerja.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |