Perkembangan ekonomi global buka peluang besar bagi RI perkuat posisi

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Senior Economist DBS Group Research Radhika Rao mengatakan perkembangan ekonomi global yang semakin multipolar membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya.

“Perkembangan ekonomi global yang semakin multipolar membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan baru, seiring dengan semakin terdiversifikasinya investasi, manufaktur, dan rantai pasok global," ujar Radhika Rao dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Asia tetap menjadi magnet utama investasi asing global pada 2025, dengan total arus Penanaman Modal Asing (PMA) di Asia Timur mencapai sekitar 245 miliar dolar AS, sementara Asia Tenggara mencatat kenaikan dari sekitar 225 miliar dolar AS pada 2024 menjadi hampir 250 miliar dolar AS pada 2025.

Data ini menunjukkan bahwa Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan PMA tercepat di dunia, didorong oleh relokasi rantai pasok global, ekspansi sektor manufaktur, dan meningkatnya minat investor internasional terhadap pasar ASEAN.

"Keunggulan Indonesia ke depan tidak hanya terletak pada sumber daya alam dan ukuran pasar, tetapi juga pada kemampuannya menarik investasi berbasis teknologi, memperkuat rantai nilai domestik, mengembangkan ekonomi digital, serta menjaga stabilitas kebijakan dan makroekonomi," kata Radhika.

Baca juga: Ekonom proyeksikan ekonomi RI tetap resilien di tengah dinamika global

Arah suku bunga AS dan kondisi pasar global dipastikan juga memengaruhi arus modal, nilai tukar Rupiah, serta pendanaan Indonesia menuju 2027 sehingga perusahaan multinasional perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap biaya modal dan perencanaan keuangan.

DBS Group Research menjabarkan beberapa faktor pendorong arus investasi ke kawasan Asia, termasuk Indonesia seperti tren global "China+1" dan "Taiwan+1", agenda hilirisasi Indonesia, serta prospek PMA ASEAN yang terus meningkat.

Dengan kombinasi keunggulan sumber daya, pasar yang berkembang, dan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam ekosistem teknologi, elektronik, semikonduktor, dan kendaraan listrik di kawasan Asia.

Baca juga: IEU-CEPA dinilai dapat memberikan keuntungan ganda untuk Indonesia

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |