Moody’s pertahankan peringkat kredit RI, outlook turun jadi negatif

1 hour ago 2
hasil afirmasi tersebut merupakan tahapan akhir dari proses asesmen serta diskusi bersama sejumlah kementerian/lembaga

Jakarta (ANTARA) - Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service (Moody’s) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, menjelaskan hasil afirmasi tersebut merupakan tahapan akhir dari proses asesmen serta diskusi bersama sejumlah kementerian/lembaga (K/L).

K/L tersebut di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, BP BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, Danantara Indonesia, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Dalam laporannya, Moody’s memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil stabil dalam jangka menengah, ditopang oleh kekayaan sumber daya alam dan struktur demografi yang mendukung.

Beban utang pemerintah dinilai tetap terkendali berkat kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati dengan inflasi yang terjaga dalam sasaran.

Deni menyebut Moody’s memahami Pemerintah Indonesia sedang berupaya melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Pengelolaan kebijakan fiskal kini mendapatkan tambahan energi dengan hadirnya Danantara sebagai mesin pertumbuhan baru.

Dalam konteks investasi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikatakan akan lebih berperan sebagai katalis yang menciptakan ekosistem yang sehat melalui program yang menyasar langsung ke masyarakat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga program perumahan rakyat.

Namun, Moody’s menyampaikan pentingnya menjaga prediktabilitas pengambilan kebijakan, komunikasi publik, dan kualitas koordinasi antarkementerian/lembaga di tengah perubahan kebijakan dan tata kelola pengelolaan perekonomian yang sedang berjalan.

Moody's juga menyampaikan pentingnya memperkuat basis penerimaan negara untuk mendukung belanja-belanja prioritas dan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Pemerintah, kata Deni, bakal terus melakukan transformasi, menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi, serta memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik.

Langkah yang dilakukan termasuk debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha serta sinergi dengan BI untuk menjaga stabilitas harga, nilai tukar, dan pasar keuangan.

Pemerintah pun optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat.

Indikasi perbaikan ekonomi telah terlihat, salah satunya pada kinerja pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen pada kuartal IV-2025 yang melebihi ekspektasi pasar.

“Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi yang makin baik, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, dan investasi yang meningkat di berbagai sektor sebagai indikator makin kuatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia,” tutur Deni.

Baca juga: BI: Afirmasi S&P cerminkan kepercayaan atas stabilitas makroekonomi RI

Baca juga: BI: Kepercayaan Moody's terhadap ekonomi RI jadi indikator positif

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |