MER-C operasikan klinik untuk pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - MER-C Indonesia mulai mengoperasikan layanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya yang telah direlokasi oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe ke shelter baru di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Project Manager MER-C untuk Pengungsi Rohingya, Ira Hadiati, melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan klinik yang dibangun di kawasan shelter tersebut telah siap memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada para pengungsi.

“Saat ini untuk tenaga kesehatan untuk pelayanan di Klinik, MER-C bekerja sama dengan Puskesmas Punteuet,” kata Ira.

Ira menjelaskan kehadiran Klinik MER-C menjadi salah satu fasilitas penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup bagi 28 orang pengungsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar.

MER-C, lanjut dia, menjadi salah satu pihak yang menginisiasi upaya sentralisasi pengungsi Rohingya di satu lokasi penampungan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah penyelenggaraan layanan dasar, seperti pendidikan, sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Ia menambahkan, penyediaan fasilitas kesehatan di shelter pengungsi Rohingya di Lhokseumawe juga merupakan bentuk keberlanjutan misi kemanusiaan MER-C.

Layanan tersebut dihadirkan sebagai alternatif setelah Rumah Sakit MER-C di Myanmar tidak lagi dapat beroperasi sehingga pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat di negara tersebut tidak dapat dilaksanakan.

“Kita punya rumah sakit di Mynamar yang tidak bisa berfungsi saat ini, sehingga amanah kemanusiaan untuk Rohingya kita fokuskan ke kamp ini, untuk menjadikan ini sebagai shelter percontohan,” ucap Ira.

Pemerintah Kota Lhokseumawe sebelumnya merelokasi 28 pengungsi Rohingya yang terdiri atas 15 laki-laki dan 13 perempuan dari penampungan lama di bekas Kantor Imigrasi Punteuet ke shelter baru pada Kamis (25/6).

Shelter tersebut dibangun melalui kolaborasi sejumlah lembaga kemanusiaan untuk meningkatkan kualitas hunian sementara bagi para pengungsi yang sebelumnya tinggal di bangunan bekas kantor imigrasi dengan fasilitas yang terbatas.

Selain dilengkapi Klinik MER-C, shelter baru tersebut juga dilengkapi sarana hunian 15 unit bangunan semi permanen. Fasilitas pendukung lainnya meliputi MCK, akses air bersih, tempat ibadah, serta berbagai program pendukung lainnya.

Baca juga: Sebanyak 340 imigran Rohingya masih ditampung di Aceh

Baca juga: Malaysia ingatkan pengungsi Rohingya patuhi aturan

Baca juga: Pengungsi Somalia desak UNHCR percepat penempatan ke negara ketiga

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |