Menteri UMKM: pemerintah berikan program pemulihan usaha tiga provinsi

7 hours ago 1
Secara nasional terdapat sekitar 193 ribu pelaku usaha atau debitur terdampak bencana di tiga provinsi yang telah terdata

Medan (ANTARA) - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman menyebutkan, pemerintah memberikan sejumlah program pemulihan bagi pelaku usaha terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.

"Salah satu program tersebut adalah relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera," ucap Maman setelah rapat koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.

Ia mengatakan, secara nasional terdapat sekitar 193 ribu pelaku usaha atau debitur terdampak bencana di tiga provinsi yang telah terdata.

Meliputi, lanjut Maman, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Dari jumlah sekitar 193 ribu debitur itu, sekitar 44 ribu debitur berada di Sumatera Utara.

Baca juga: DKI dorong berbagai kegiatan besar untuk jaga pertumbuhan ekonomi

Maman sepakat atas langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melakukan sinkronisasi data antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan pemerintah pusat.

"Saya perkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah, karena proses pemetaan masih berlangsung hingga 31 Maret 2026," jelasnya.

Maman menjelaskan, beberapa bentuk relaksasi yang akan diberikan kepada debitur, di antaranya perpanjangan masa pinjaman, restrukturisasi kredit, dan keringanan suku bunga.

"Tahun ini suku bunga dihilangkan, mereka nol persen. Jadi tidak dibebankan bunga, tahun depan nanti naik ke tiga persen," tegas Maman.

Pihaknya juga meminta pihak perbankan untuk mengidentifikasi mana-mana saja pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.

Baca juga: Uji kelayakan DK OJK, Dicky usul kebijakan sekuritisasi kredit UMKM

"Dari 193 ribu ini yang dia sudah betul-betul tidak punya kemampuan membayar, tetapi ada juga yang memang masih punya kemampuan membayar," kata Maman.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution akan mempercepat proses sinkronisasi data UMKM di Sumut antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Menurutnya, data tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir Maret 2026 agar program bantuan dapat segera direalisasikan.

"Untuk itu, seminggu ini memastikan data dan angka yang tadi disampaikan, baik yang kami sampaikan, dari daerah, dari perbankan, dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan Kementerian," tuturnya.

Gubernur juga menyampaikan, banyak pelaku UMKM terdampak bencana di Sumut tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga lokasi usaha serta peralatan produksi.

"Selain tempat tinggal, tempat usaha adalah salah satu yang banyak terdampak, alat-alat produksi juga banyak yang terdampak. Nah ini persoalan kedua banyak terdampak setelah kerusakan bangunan. Memang saat ini di daerah terdampak bencana ekonomi sedang bangkit," jelas Bobby.

Baca juga: Menteri UMKM tegaskan pentingnya penguatan pasar domestik

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |