AAJI memperkuat kompetensi SDM asuransi jiwa dengan pemanfaatan AI

2 hours ago 3
Penguatan SDM menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan industri.

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri asuransi jiwa untuk menghadapi percepatan transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan perkembangan teknologi, perubahan regulasi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin beragam menuntut industri asuransi jiwa memiliki SDM yang semakin kompeten dan adaptif.

“Perkembangan teknologi, transformasi digital, serta kebutuhan masyarakat yang semakin beragam menuntut kita semua di industri asuransi jiwa untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Albertus dalam acara penandatanganan MoU pelatihan SDM AAJI, di Jakarta, Senin.

Menurutnya, penguatan SDM menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan industri. Kesenjangan kompetensi SDM juga perlu diatasi, karena pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap kesenjangan perlindungan atau protection gap di masyarakat.

Pengembangan kompetensi bagi perusahaan anggotanya di mulai dari tingkat pimpinan, manajerial, hingga tenaga pemasar.

Pada level C-level, AAJI akan menggelar pelatihan mengenai pemanfaatan AI pada awal Oktober 2026 yang dilakukan bersama PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan para pemimpin industri dalam menghadapi perkembangan teknologi dan memahami pemanfaatan AI dalam mendukung kegiatan bisnis.

Tak hanya melalui pelatihan, AAJI juga mulai mengintegrasikan teknologi AI ke dalam ekosistem pembelajaran industri. Lembaga Sertifikasi Profesi Ahli Asuransi dan Jasa Indonesia (LSP AAJI) dikembangkan dengan dukungan teknologi berbasis AI dan disebut sebagai salah satu langkah penting dalam transformasi pembelajaran di industri asuransi jiwa.

“LSP AAJI yang berbasis AI merupakan milestone penting bagi AAJI, karena ini akan menjadi platform pembelajaran pertama berbasis AI di industri asuransi jiwa. Ini merupakan langkah penting menuju masa depan pembelajaran industri asuransi jiwa,” kata Albertus.

Sementara pada level manajerial, penguatan kapasitas dilakukan melalui berbagai forum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, antara lain Chief Financial Officer (CFO), aktuaris, tenaga pemasar, spin-off unit usaha syariah, serta penerapan New Risk-Based Capital (RBC).

AAJI juga menggandeng sejumlah partner melalui Center of Excellence (CoE), di antaranya dari Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia untuk memperluas akses perusahaan anggota terhadap program pengembangan kompetensi di berbagai bidang, seperti akuntansi, data, human capital, tenaga pemasar, pendidikan karyawan, hingga sistem pembelajaran.

Di sisi lain, profesionalisme tenaga pemasar juga menjadi perhatian. Setiap agen diwajibkan memiliki sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terdaftar di OJK. LSP AAJI sendiri telah memperoleh izin operasional dari OJK melalui Surat Tanda Terdaftar Nomor S-22/KS.2/2026 pada 29 Juli 2026.

Albertus menilai kolaborasi dengan para partner CoE menjadi langkah strategis untuk memastikan program pengembangan kompetensi tetap relevan dengan kebutuhan SDM dan perkembangan industri.

“Kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan industri,” katanya pula.

Penguatan tersebut sejalan dengan peta jalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2023-2027 serta POJK Nomor 34 Tahun 2024 mengenai kompetensi SDM di industri perasuransian.

Ia meyakini dengan penguatan kompetensi dan adopsi teknologi dalam pembelajaran, SDM industri asuransi jiwa semakin siap menghadapi perubahan sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan.

Baca juga: AAJI: Employee benefit menguat sebagai distribusi alternatif asuransi

Baca juga: Volatilitas pasar mempengaruhi investasi industri asuransi jiwa

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |