Kalsel perluas rumah oksigen di puskesmas perkuat layanan bagi warga

2 hours ago 3

Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan memperluas pengaktifan rumah oksigen ke sejumlah puskesmas di Kota Banjarbaru untuk memperkuat kesiapan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen di tengah dampak kabut asap.

Kepala UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel Suriani Agreini Sagoba di Banjarmasin, Senin, mengatakan pengaktifan rumah oksigen di puskesmas dimulai di wilayah Kota Banjarbaru dan dilaksanakan secara bertahap hingga beberapa hari ke depan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Perluasan layanan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Dinkes Kalsel mendirikan rumah oksigen di posko pelayanan terpusat untuk memberikan dukungan kepada warga terdampak kabut asap serta bagi satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk pelaksanaan awal, tim kami berkoordinasi dan pemantauan kesiapan fasilitas di sejumlah puskesmas, termasuk Puskesmas Guntung Manggis yang memiliki lima unit oksigen konsentrator,” ujarnya.

Sementara itu, Puskesmas Sungai Besar memiliki lima unit oksigen konsentrator yang ditempatkan di beberapa ruangan, yakni Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang Antenatal Care (ANC), ruang bersalin, dan ruang infeksius, dengan rumah oksigen di fasilitas tersebut telah aktif.

Baca juga: Akibat karhutla, kualitas udara Banjarbaru "berbahaya" pada Jumat pagi

Kemudian di Puskesmas Landasan Ulin Timur dengan menyerahkan satu unit oksigen konsentrator dari Unit Krisis kepada Kepala Puskesmas Landasan Ulin Timur untuk mendukung kesiapan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen.

“Kegiatan tersebut turut didampingi Dinkes Banjarbaru yang akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) secara kolektif untuk mengatur pengaktifan rumah oksigen di seluruh puskesmas, sedangkan pelaksanaannya akan dievaluasi kembali untuk memastikan kesiapan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan,” katanya.

Dia menjelaskan pengaktifan rumah oksigen di puskesmas menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tanpa harus selalu dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.

“Tujuannya agar masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ujar Suriani.

Setelah Kota Banjarbaru, kegiatan pengaktifan rumah oksigen di tiap puskesmas akan dilanjutkan ke Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan siap digunakan dan mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Kalteng mulai berlakukan PJJ guna cegah dampak buruk asap bagi siswa

Baca juga: Dinkes Papua Tengah: Cegah dampak kabut asap dengan protokol kesehatan

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |