Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meyakini instansi-instansi terkait akan menangani serius dan profesional soal adanya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan.
Hal tersebut, menurut dia, adalah langkah penting sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program-program strategis yang dijalankan negara, baik dalam memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan maupun dalam menyampaikan informasi yang diperlukan kepada masyarakat.
"Pada saat yang sama, saya mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan empati, kehati-hatian, dan rasa tanggung jawab dalam menyikapi peristiwa ini," kata Dave di Jakarta, Rabu.
Dia menilai bahwa dua peserta tersebut merupakan bagian dari generasi muda yang memilih mengambil peran dalam mendukung pembangunan nasional.
Keikutsertaan mereka, kata dia, mencerminkan semangat pengabdian dan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan masyarakat, khususnya melalui penguatan ekonomi desa sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Menurut dia, program SPPI merupakan salah satu upaya negara dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kedisiplinan, integritas, serta orientasi pengabdian kepada masyarakat.
Dia mengatakan keterlibatan berbagai institusi negara dalam program itu, menunjukkan komitmen bersama untuk membentuk kader-kader pembangunan yang mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.
"Oleh karena itu, penting untuk memberikan ruang bagi proses penelusuran dan pendalaman fakta yang sedang berlangsung agar setiap informasi dapat dipahami secara utuh, objektif, dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Atas nama Pimpinan Komisi I DPR RI, dia pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya dua peserta tersebut. Peristiwa itu, kata dia, merupakan kehilangan yang patut menjadi keprihatinan bersama.
"Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini," katanya.
Baca juga: Kemenhan benarkan dua calon pengelola KDMP/KNMP meninggal saat latsarmil
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan membenarkan kabar mengenai dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil).
Hal tersebut dibenarkan Kemenhan setelah kabar mengenai peserta latsarmil bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal dunia, menyebar di media sosial pada Senin (22/6).
"Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers yang diberikan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (24/6).
Baca juga: Kemhan evaluasi latsarmil usai dua peserta SPPI meninggal
Baca juga: Kemhan: Pengelola KDMP ikuti latsarmil di 67 satuan TNI seluruh RI
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































