Mentan bidik ekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai

1 day ago 10

Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman.

"Beras kalau bisa... izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang penting Bulog, izinnya dan serapannya tiga bulan ke depan, sama saja 2025, aku tidak minta lebih, itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini," kata Amran pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Dia menegaskan ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis di tengah peningkatan produksi petani dalam negeri.

"Dan itu sejarah pertama Indonesia. Jadi Pak Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi), itu nanti aku menghadap Pak. Kesempatan kami sampaikan ini karena ada Bapak Presiden," ucap Amran.

Baca juga: Presiden: Kejaksaan kembali akan sita 4-5 juta hektare lahan sawit

Dia menyebutkan saat ini stok beras cadangan pemerintah (CBP) secara nasional tercatat mencapai 3,2 juta ton, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 4 juta ton pada pertengahan 2025, mencerminkan penguatan cadangan pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Amran membandingkan kondisi saat ini dengan capaian Indonesia pada 1984, ketika mendapat pengakuan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) meski stok beras nasional kala itu hanya sekitar 2 juta ton.

Selain cadangan pemerintah, konsumsi beras sektor hotel, restoran, dan katering juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan volume mencapai 12 juta ton secara nasional.

Amran menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari arahan Presiden serta sinergi lintas kementerian, sehingga Indonesia kini memasuki fase baru dari swasembada menuju negara pengekspor beras.

Baca juga: Mentan: Swasembada berdampak positif pada kenaikan NTP 125,35 persen

"Ini Bapak Presiden, pernah dulu Indonesia mendapatkan penghargaan di 1984 dari FAO. Itu stoknya hanya 2 juta ton. Kita sekarang 4 juta ton pernah diraih dan akhir tahun 3,2 juta ton," beber Amran.

Tetapi di hotel, restoran, dan kafe, lanjutnya, tertinggi sepanjang sejarah yang tercatat sekitar 12 juta ton.

Di tempat yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk mewujudkan swasembada pangan tidak hanya untuk 1-2 tahun, tetapi Indonesia ditargetkan terus swasembada pangan setiap tahun.

Keinginan itu diungkapkan oleh Presiden Prabowo untuk membuktikan Indonesia mampu swasembada pangan, terutama kepada sejumlah kalangan yang disebut oleh Presiden "nyinyir".

"Hari ini, bahagia bagi saya. Bahagia, saya senang sekali, dan saya melihat tadi, penuh harapan, penuh keyakinan. Kalau banyak tokoh nyinyir mengatakan kita tidak bisa swasembada pangan, hari ini kita buktikan kita swasembada pangan," kata Presiden Prabowo di hadapan para petani, komunitas pertanian, dan sejumlah pejabat negara saat acara Panen Raya di Karawang.

Baca juga: Mentan: Swasembada RI tekan harga beras global 44 persen
Baca juga: Pengamat: Pemerintah perlu memperjelas makna swasembada pangan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |