Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan proses evakuasi sarana KRL usai mengalami tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, masih berlangsung, dengan mengutamakan keselamatan petugas serta memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat.
"Hingga saat ini, proses evakuasi sarana KRL masih terus dilakukan di lokasi," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Selasa malam.
Ia mengatakan penanganan dijalankan secara bertahap dengan penuh kehati-hatian, dan memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum operasional kembali dijalankan.
Ia juga mengatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan terkoordinasi.
“Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujar Anne.
Pada Rabu (29/4) pagi, menurut Anne, perjalanan KRL masih akan dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Seiring perkembangan penanganan di lapangan, layanan direncanakan dapat kembali berjalan secara bertahap hingga lintas Bekasi–Cikarang pada siang hari.
Peristiwa di wilayah Bekasi menghadirkan duka yang mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada seluruh pihak yang terdampak.
"KAI memahami kondisi ini berdampak pada mobilitas pelanggan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Anne.
Anne menegaskan informasi akan terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121 atau kanal resmi KAI lainnya.
PT KAI memastikan pengembalian biaya tiket (refund) sebesar 100 persen seluruh penumpang kereta api jarak jauh yang terdampak pembatalan perjalanan akibat insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
“KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Kami memastikan seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” ujar Anne.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam situasi ini," kata Anne.
Di tengah kondisi yang tidak mudah, KAI berupaya memastikan setiap korban tertangani dengan baik, keluarga tetap mendapatkan informasi yang jelas, dan pelanggan memperoleh haknya melalui proses pengembalian tiket secara penuh.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































