Jakarta (ANTARA) - Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto membidik kawasan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Astra memandang desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujar Boy dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, lanjut dia, Astra ingin memastikan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki daya saing dan akses pasar yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, Astra terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan komoditas unggulan lokal melalui program Desa Sejahtera Astra yang dijalankan di berbagai wilayah di Indonesia.
Hingga 2025, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% serta menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru.
Selain itu, sebanyak 492 desa telah berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp411 miliar.
Lebih lanjut, Boy menyampaikan Astra menjadi bagian dalam Kolaborasi Kampus Berdampak melalui pendekatan one village one CEO (OVOC) yaitu sebuah program pengembangan ekosistem bisnis desa hulu-hilir berbasis produk unggulan lokal yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2016) di Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bandung Barat.
Masyarakat setempat mengembangkan komoditas hortikultura seperti selada air, labu, tomat, buncis kenya, cabai, kol merah, dan paprika, serta didukung dalam peningkatan kapasitas produksi, kualitas hasil panen, dan perluasan akses pasar, dengan tingkat penyerapan produk yang optimal.
Melalui program Desa Sejahtera Astra Bandung Barat petani mengalami peningkatan pendapatan dari Rp1,2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.
Selain itu, Astra juga telah melakukan pendampingan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara sejak tahun 2019 dan telah melibatkan 432 masyarakat dari 16 desa melalui pelatihan komprehensif mulai dari budidaya hingga pascapanen, pengolahan hasil pertanian, sertifikasi produk, hingga penguatan sarana produksi.
Melalui proses tersebut, masyarakat mengembangkan komoditas unggulan seperti porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai sebagai penggerak ekonomi desa, yang turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dari sebelumnya di bawah Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan serta membuka peluang kerja baru.
"Semangat Astra dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia," ucap Boy.
Baca juga: RUPST Astra tetapkan dividen Rp15,7 T dan angkat Rudy jadi Presdir
Baca juga: Astra dorong pemberdayaan pendidikan di Sumba Timur lewat komunitas
Baca juga: Astra komitmen dampingi transformasi desa berbasis potensi lokal
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































