Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menginstruksikan jajaran di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membantu penanganan insiden tabrakan kereta di Bekasi.
"Saya melihat di televisi kejadian di Bekasi langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di Jakarta, Selasa.
Rano bahkan melakukan takziah ke rumah Nuryati, warga Jakarta Pusat yang termasuk salah seorang korban.
“BPBD, kemudian PMI kami juga turun ke Bekasi, bahkan sebagian teman-teman dari Damkar juga turun ke Bekasi,” kata dia.
Rano menyebutkan dari 14 korban meninggal dunia, empat di antaranya merupakan warga DKI Jakarta.
Selain Nuryati, seorang korban lainnya adalah guru yang tinggal di Cikarang.
Adapun Nuryati, sambung Rano, merupakan seorang kader dasawisma sekaligus juru pemantau jentik (jumatik) di wilayah tempat tinggalnya.
"Beliau ini kader jumatik, sudah bagian dari keluarga kami, komponen pegawai yang ada di Pemprov DKI. Pasti kami akan berikan bantuan," kata dia.
Rano mengatakan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta telah membantu prosesi pemakaman korban, sementara pihak Baznas Bazis DKI Jakarta telah memberikan bantuan berupa santunan.
Dia mengaku terkejut dengan kejadian yang hingga mengakibatkan gerbong perempuan yang ada di bagian belakang KRL hancur itu.
Walau begitu, sambung dia, kejadian tersebut merupakan musibah dan harus menjadi pembelajaran.
Baca juga: Jabar tanggung biaya medis dan santuni korban kecelakaan KA di Bekasi
Baca juga: Sepuluh jenazah korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur teridentifikasi
Baca juga: KAI: Evakuasi sarana KRL masih berlangsung, keselamatan diutamakan
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































