Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ancaman fenomena Godzilla El Nino tidak masalah bagi Indonesia, karena stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog diproyeksikan mencapai 5 juta ton dalam tiga hari ke depan
Amran mengatakan stok CBP saat ini mencapai 4,9 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, membuat ketahanan pangan nasional aman dalam menghadapi geopolitik global dan kekeringan ekstrem akibat fenomena Godzilla El Nino.
"Kalau dampak ini, ada El Nino Godzilla, itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok (CBP) kita insya Allah tiga hari ke depan 5 juta ton, tertinggi selama Republik ini merdeka," kata Mentan ditemui usai rapat dengan 170 bupati seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin.
Amran menegaskan, meskipun terjadi kekeringan, stok beras melimpah hampir dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, membuat pemerintah optimistis tidak akan terjadi krisis pangan meskipun akan menghadapi dinamika global dan perubahan iklim.
Baca juga: Menteri PU sebut bendungan diisi penuh hadapi dampak Godzilla El Nino
"Pernah dulu (stok CBP) mencapai 2,6 juta ton (pada) tahun 1984, sekarang hampir dua kali lipat," ujarnya.
Selain cadangan yang terkelola dengan baik di gudang Perum Bulog, ketersediaan beras nasional ditopang oleh standing crop atau padi yang siap panen diproyeksikan mencapai 11 juta ton, guna memperkuat ketahanan pangan di tengah potensi dampak El Nino.
Pemerintah juga mencatat ketersediaan beras di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe/Katering) mencapai 12,5 juta ton, sehingga total cadangan beras yang dikelola sangat besar dan mampu mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Adapun total potensi stok gabungan antara gudang pemerintah, standing crop, dan sektor Horeka diperkirakan melebihi kebutuhan konsumsi, memberikan jaminan keamanan pangan yang sangat kokoh bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































