Menhub: Rute MRT Tangsel belum dibuka ke publik demi cegah calo tanah

7 hours ago 1
Itu biasanya kita enggak akan buka, karena apa? Nanti calo tanahnya beredar di mana-mana, kasihan juga kan mereka (investor).

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan rute Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan (Tangsel) belum dibuka kepada publik guna mencegah spekulasi tanah yang berpotensi meningkatkan biaya pembangunan proyek akibat adanya calo tanah.

"Itu biasanya kita enggak akan buka, karena apa? Nanti calo tanahnya beredar di mana-mana, kasihan juga kan mereka (investor). Yang paling penting mereka akan lihat dari sudut ekonomisnya mana yang menguntungkan rutenya," kata Menhub dalam bincang bersama awak media, di Jakarta, Jumat (26/6) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudy menanggapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebut jalur MRT akan melintasi sejumlah kawasan berbeda menuju Tangerang Selatan, yakni Pondok Cabe dan Pondok Aren.

"Mereka (investor) akan ngitung mau lewat Pondok Cabe kah atau mau lewat Pondok Aren," ujar Dudy.

Menurut Dudy, pemerintah memilih menjaga kerahasiaan trase, karena informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan spekulasi harga tanah di sekitar jalur pembangunan nantinya.

Ia menjelaskan kenaikan harga tanah akibat kebocoran informasi dapat meningkatkan biaya investasi, sehingga perencanaan proyek menjadi kurang efisien dan berpotensi membebani pengembangan infrastruktur transportasi.

"Kita belum tahu, kalau pun keluar (rutenya) itu akan mereka simpan sendiri, kenapa? Karena kan yang berinvestasi mereka. Karena kalau misalnya ini bocor keluar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya," ujarnya lagi.

Menhub menegaskan investor juga memiliki kepentingan menjaga kerahasiaan rute, agar proses pengadaan lahan tidak dipengaruhi lonjakan harga yang dapat mengganggu kelayakan investasi proyek.

Menurut Dudy, kenaikan harga tanah yang tidak wajar justru lebih banyak menguntungkan para spekulan dibandingkan masyarakat yang membutuhkan pembangunan transportasi massal untuk meningkatkan mobilitas sehari-hari.

Ia menilai apabila biaya investasi meningkat akibat spekulasi lahan, dampaknya dapat dirasakan masyarakat karena pengembangan proyek menjadi lebih mahal dibandingkan perencanaan awal pemerintah.

"Biasanya mereka enggak akan buka itu. Karena takutnya itu akan berpengaruh ke biaya investasinya mereka. Nanti tiba-tiba tanah yang tadinya Rp1 juta (per hektare) jadi Rp30 juta gitu. Nah, hitungannya sudah enggak masuk. Akhirnya apa, yang dikorbankan siapa? Masyarakat, yang diuntungkan cuman para makelar-makelar aja," ujar Dudy.

Dudy menegaskan pemerintah lebih mengutamakan perluasan jangkauan layanan transportasi massal serta peningkatan konektivitas, sehingga masyarakat memperoleh akses perjalanan yang semakin mudah dan efisien.

Ia menambahkan, investor memiliki kewenangan menentukan pola pengembangan jaringan berdasarkan hasil kajian bisnis dan kebutuhan kawasan tanpa harus mengungkapkan rute sejak tahap awal perencanaan.

"Tujuan akhir (MRT Tangsel) kan BSD. Ya terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya sih yang penting jangkauannya sudah semakin jauh gitu, dan konektivitasnya lebih bagus," kata Menhub.

Baca juga: DKI siap beri modal awal untuk buka rute MRT ke Tangsel

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) berbicara dalam bincang bersama awak media, di Jakarta, Jumat (26/6/2026) malam. ANTARA/Harianto

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan kajian pembangunan jalur MRT menuju Tangsel saat ini masih disusun oleh investor bersama PT MRT Jakarta.

Menurut Allan, proses kajian tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar penentuan rute dan tahapan pengembangan proyek tersebut.

"Terkait MRT Tangsel, Sinar Mas bersama MRT Jakarta sedang menyusun kajiannya dan kita harapkan di akhir tahun ini kajiannya sudah selesai," kata Allan.

Baca juga: MRT ke Tangsel, Dirut: Kita masih fokus Fase II

Baca juga: MRT Jakarta berencana perluas rute ke Tangsel tanpa APBD

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |