Menhub pisahkan angkutan logistik atasi kemacetan Ketapang-Gilimanuk

3 hours ago 1
Jadi kita ingin memisahkan layanan angkutan barang dan orang seperti yang kita lakukan di Merak-Bakauheni kita akan lakukan di Ketapang-Gilimanuk.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan mengatasi kemacetan di lintasan Ketapang-Gilimanuk melalui pemisahan layanan angkutan logistik dan penumpang, guna meningkatkan kelancaran di pelabuhan penyeberangan tersebut.

"Jadi kita ingin memisahkan layanan angkutan barang dan orang seperti yang kita lakukan di Merak-Bakauheni kita akan lakukan di Ketapang-Gilimanuk," kata Menhub dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan pemerintah telah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali serta sejumlah pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di Gilimanuk sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan.

Menurut Dudy, peningkatan kapasitas akan dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas di kawasan Celukan Bawang yang direncanakan menjadi titik layanan angkutan logistik, mengadopsi pola penanganan yang telah diterapkan pada lintasan Merak–Bakauheni.

"Dengan Gubernur Bali dan saya, kita sudah mengkolaborasi itu, dengan Pelindo untuk bisa menambah khususnya di Gilimanuk, di sana ada Pelindo ada Celukan Bawang, itu kapasitasnya akan ditingkatkan," ujarnya.

"Di situ rencananya untuk yang logistik. Polanya kurang lebih sama seperti kita membagi Merak-Bakauheni," kata Dudy pula.

Ia menjelaskan pemerintah akan memisahkan layanan angkutan penumpang dan angkutan barang, sehingga arus kendaraan tidak lagi terkonsentrasi pada satu pelabuhan, yang diharapkan mampu meningkatkan kelancaran operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

"Jadi kita nanti akan ada pemisahan antara angkutan penumpang kemudian juga angkutan barang. Dengan harapan kalau pemisahan itu, maka tidak terkonsentrasi di satu pelabuhan saja," ujarnya lagi.

Dengan pemisahan tersebut, pemerintah berharap antrean kendaraan dapat berkurang, karena pelayanan angkutan barang dan penumpang tidak lagi saling mempengaruhi dalam proses bongkar muat kapal.

Baca juga: ASDP Ketapang optimalkan armada feri tangani kepadatan kendaraan

Dudy mengatakan target penerapan pola baru tersebut paling lambat dapat direalisasikan sebelum periode angkutan Lebaran 2027, sehingga mampu mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan logistik.

Menurutnya, kepadatan saat libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027 diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan angkutan Lebaran, sehingga pemerintah memprioritaskan kesiapan infrastruktur menjelang musim mudik berikutnya.

Ia menjelaskan kemacetan yang belakangan terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dipicu kerusakan Dermaga Bulusan, sehingga sebagian layanan penyeberangan harus dialihkan menuju dermaga milik PT ASDP Indonesia Ferry.

Pengalihan tersebut menyebabkan beban operasional dermaga PT ASDP Indonesia Ferry meningkat, karena harus melayani tambahan kendaraan yang sebelumnya menggunakan Dermaga Bulusan.

Dudy mengatakan salah satu kendala utama muncul, karena banyak kendaraan logistik bertonase besar yang sebelumnya dilayani Dermaga Bulusan harus menggunakan dermaga dengan kapasitas lebih terbatas.

Akibat keterbatasan kapasitas tersebut, pelayanan terhadap truk bertonase besar menjadi kurang optimal, sehingga mempengaruhi kelancaran arus kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pulau Bali maupun Jawa.

"Kalau yang Bulusan itu dikelola oleh pemda, terjadi kerusakan sehingga kita harus mengalihkan dari Bulusan ke dermaga milik ASDP. Nah salah satu kendala dermaga ASDP adalah keterbatasan kapasitas," ujar Dudy.

Selain kerusakan dermaga, kapasitas angkut penyeberangan juga berkurang karena salah satu operator kapal sedang mengalami gangguan sehingga jumlah kapal yang beroperasi tidak maksimal.

Kementerian Perhubungan telah meminta PT ASDP Indonesia Ferry berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar perbaikan Dermaga Bulusan dapat segera diselesaikan dan kembali dioperasikan.

Menurutnya, dengan perbaikan infrastruktur serta penerapan pemisahan layanan angkutan barang dan penumpang mampu mencegah kemacetan berulang serta menjadikan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk lebih lancar pada masa mendatang.

"Kita berharap perbaikan dermaga Bulusan dapat segera dilakukan, sehingga saat nanti Natal dan tahun baru maupun Lebaran, itu tidak menjadi hambatan dalam penyeberangan dari Ketapang maupun Gilimanuk maupun sebaliknya," kata Menhub.

Baca juga: ASDP lakukan penyesuaian pola layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk

Baca juga: Gapasdap sebut antrean di Ketapang karena kapasitas pelabuhan kurang

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |