Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan putra Presiden RI Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu.
Setelah melakukan peninjauan tersebut, Menhan dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menegaskan prioritas utama pemerintah saat ini adalah menyediakan bantuan logistik bagi masyarakat, seperti bahan makanan, kebutuhan pribadi, hingga obat-obatan.
Menhan mengatakan seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan dengan menggunakan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI ke titik-titik terdampak pada 18 kabupaten/kota di Aceh.
Selain itu, dia mengatakan pengerahan alat berat dan pemasangan jembatan bailey akan dimaksimalkan untuk memulihkan akses darat yang terputus akibat bencana alam.
Sementara itu, dia mengatakan Kemenhan turut menyalurkan bantuan kemanusiaan dari internal maupun eksternal kementerian pada kesempatan tersebut.
Bantuan tersebut berupa berupa 28 unit Starlink, 28 unit genset, 750 dus mi instan, 38 set tenda, satu unit kompresor, empat unit genset PT PLN (Persero), 1.175 kilogram bansos sembako PMI, 7.800 kilogram ransum Badan Logistik TNI, alat kesehatan PMI, 1.234,6 kilogram obat-obatan, serta 20 unit perahu Landing Craft Rubber (LCR) untuk memudahkan mobilisasi di wilayah yang sulit dijangkau.
Adapun untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dia mengatakan Kemenhan memastikan untuk menyalurkan bantuan di wilayah tersebut.
Baca juga: Menhan: Bantuan bencana Aceh disalurkan via udara agar cepat
Baca juga: BPJN: 26 titik jembatan dan jalan nasional putus akibat bencana Aceh
Baca juga: BNPB upayakan distribusi logistik via darat, laut, dan udara ke Aceh
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































