Mendukbangga: Indonesia perlu bangga MBG 3B satu-satunya di dunia

3 hours ago 3
Di manapun dan siapapun yang punya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib melibatkan ibu-ibu selaku TPK untuk mendistribusikan dan mengedukasi terkait MBG untuk sasaran 3B

Cilegon, Banten (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan Indonesia perlu bangga karena Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) termasuk satu-satunya di dunia dan menjadi percontohan.

Mendukbangga Wihaji dalam konsolidasi bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kota Cilegon, Banten, Kamis, menyampaikan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tahun 2025 tentang Tata Kelola MBG, Kemendukbangga/BKKBN diamanatkan menyalurkan MBG untuk sasaran 3B melalui para kader yang masuk dalam TPK.

"Di manapun dan siapapun yang punya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib melibatkan ibu-ibu selaku TPK untuk mendistribusikan dan mengedukasi terkait MBG untuk sasaran 3B," ujar Mendukbangga.

Baca juga: Mendukbangga upayakan MBG untuk sasaran 3B jangkau wilayah 3T

Mendukbangga Wihaji juga mengemukakan Perpres tersebut menyatakan setiap kader TPK yang mengantarkan MBG 3B akan mendapatkan insentif Rp1.000 untuk setiap ompreng yang diberikan kepada sasaran.

"Kita dikasih tugas Presiden untuk mengantar MBG, dan kuncinya ada di keluarga. TPK ini selain mengantar MBG juga punya tugas penting untuk mengedukasi keluarga," paparnya.

Mendukbangga mengemukakan MBG termasuk salah satu intervensi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka stunting di Indonesia.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting secara nasional tercatat 19,8 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga 18 persen untuk tahun 2025-2029.

Baca juga: BKKBN pantau distribusi MBG ibu hamil dan balita guna antisipasi KLB

"Mengapa stunting sangat diperhatikan Presiden? Jangan sampai anak-anak Indonesia kita ini stunting, karena saat ini kalau ada 10 anak kita, yang dua stunting, kalau ada lima, yang stunting satu, dan salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi," tutur Mendukbangga Wihaji.

Mendukbangga juga mengingatkan kepada kader TPK agar memperhatikan waktu pemberian MBG kepada sasaran 3B untuk mengurangi risiko keracunan pangan.

"Waktu menyampaikan ke sasaran perlu diperhatikan. Kalau misalnya waktu mengantarnya sore dan ketika diperiksa itu tidak layak, maka bisa dikembalikan saja ke SPPG," ucap Mendukbangga Wihaji.

Baca juga: Mendukbangga bina kader agar kasus MBG berkantong plastik tak terulang

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |