Mendiktisaintek dorong penguatan ekosistem riset secara bersama

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong penguatan ekosistem riset secara bersama agar lebih berdampak bagi masyarakat dan mendorong daya saing bangsa.

Melalui keterangan di Jakarta, Kamis, Mendiktisaintek menekankan bahwa penguatan ekosistem riset tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah pusat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh simpul ekosistem.

"Perbaikan ekosistem riset tidak dapat dilakukan dari pusat saja, melainkan harus dibangun bersama oleh seluruh simpul ekosistem: perguruan tinggi, LLDIKTI, industri, pemerintah daerah, serta mitra strategis lainnya," katanya.

Menteri Brian menegaskan arah besar pembangunan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi melalui Diktisaintek Berdampak.

Riset, menurutnya, harus kuat dan berkelas dunia, sekaligus mampu menjawab persoalan nyata dan selaras dengan prioritas nasional.

Baca juga: Kemdiktisaintek minta PTN dapatkan sumber lain guna perkecil nilai UKT

"Riset kita harus kuat dan berkelas dunia. Kita tidak perlu ragu bersaing dengan riset negara lain. Dengan kolaborasi dan kerja sama yang solid, capaian ilmiah berkualitas tinggi dapat terus ditingkatkan dan ditularkan ke lebih banyak peneliti," ujarnya.

Brian juga menekankan kesinambungan riset hingga tahap hilirisasi. Riset dan hilirisasi, menurutnya, bukan dua hal yang dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan yakni kuat pada fondasi keilmuan, sekaligus terarah pada pemanfaatan dan nilai tambah.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman beserta jajaran pimpinan Risbang memaparkan sejumlah capaian tahun 2025 Ditjen Risbang serta rencana implementasi program dan kebijakan tahun 2026 sebagai pembuka forum dialog.

Untuk tahun 2026, Ditjen Risbang menyiapkan strategi percepatan agar pelaksanaan program lebih optimal. Salah satunya melalui pembukaan penerimaan proposal lebih awal.

"Call for proposal sudah dibuka sejak Oktober 2025, sehingga kita harapkan riset bisa dimulai lebih awal dan periode pelaksanaan lebih optimal," ucapnya.

Baca juga: Kemdiktisaintek ungkap cara jadikan kampus lokomotif ekonomi nasional

Baca juga: KND: Ada batasan pendidikan universitas bagi penyandang disabilitas

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |