Mendiktisaintek dorong ilmuwan dukung program prioritas lewat riset

1 day ago 9

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi dan para ilmuwan untuk mendukung akselerasi berbagai program prioritas nasional melalui kolaborasi riset strategis lintas kementerian.

Dalam kegiatan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Jumat, Menteri Brian menekankan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading di ruang-ruang akademik, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan utama penggerak pembangunan bangsa.

Ia menyebut cita-cita mulia itu hanya bisa dicapai dengan menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah untuk memecahkan persoalan riil di lapangan, guna mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Tujuan utamanya adalah menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa," kata Menteri Brian.

Mendiktisaintek mengungkapkan, pada sektor kemandirian energi dan infrastruktur misalnya, peneliti perguruan tinggi saat ini tengah menggarap riset bensin sawit, pengembangan kompor listrik, dan kajian implementasi pembangkit listrik 100 Gigawatt (GW) bersama Kementerian ESDM.

Selain itu, kampus juga dilibatkan dalam kajian proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa.

​Sementara itu di bidang kesehatan dan ketahanan pangan, para ilmuwan dilibatkan langsung dalam riset pengembangan vaksin tuberkulosis (TB), penguatan industri farmasi, hingga pengembangan genom pertanian guna menghasilkan varietas unggul yang mampu menggantikan produk impor.

​Kolaborasi intervensi akademis tersebut juga diperluas ke sektor strategis lainnya, mulai dari pengembangan teknologi pengolahan sampah terpadu, riset kapal nelayan listrik, desain hunian vertikal terintegrasi, hingga pengembangan industri semikonduktor nasional yang dikoordinasikan bersama badan pengelola investasi Danantara.

Sarasehan Kebangsaan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Juni 2026, dengan mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia". Rangkaian kegiatan meliputi simposium dan diskusi panel mengenai pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi, serta industri.

Setidaknya terdapat 2.600 orang rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, dan perwakilan perguruan tinggi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sejumlah tokoh juga menghadiri kegiatan ini, di antaranya Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Turut mendampingi, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |