Garut (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan siswa sebagai generasi bangsa jangan menjadi manusia "kelelawar" yang berkeliaran malam hari karena akan memberikan dampak buruk terhadap diri sendiri dan masa depan.
"Jangan jadi manusia 'kelelawar' berkeliaran malam hari," kata Mendikdasmen saat memberikan pengarahan kepada siswa-siswi dalam acara Revitalisasi Mewujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan #RukunSamaTeman di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis.
Ia menuturkan, kebiasaan kelalawar dapat menjadi contoh bagi siswa agar tidak melakukan kegiatan atau berkeliaran pada malam hari seperti nongkrong atau jalan-jalan yang tidak jelas.
Sebagai anak yang akan menjadi generasi bangsa hebat, kata dia, harus menerapkan tujuh kebiasaan, dari tujuh itu salah satunya yakni tentang tidur lebih cepat agar bisa bangun lebih awal sebelum matahari terbit.
Baca juga: Aceh Utara butuh 73 ribu perlengkapan sekolah
"Biasakan tidur cepat, kalau tidur cepat insyaallah bangunnya cepat," katanya.
Ia juga mengingatkan siswa untuk tidak berlebihan menggunakan telepon seluler sampai lupa waktu yang mengganggu pola tidurnya sehingga akan sulit untuk bangun pagi.
Seperti saat ini, lanjut dia, ada kebiasaan buruk yang istilah zaman sekarang "sleep call" yakni menelepon malam hari sampai tertidur.
"Kalau yang biasa 'sleep call' bisa enggak bangun pagi, tidak bisa, maka supaya bangun pagi jangan biasakan 'sleep call' agar kalian menjadi anak hebat," katanya.
Baca juga: DPR nilai kunjungan Mendikdasmen ke Aceh "obat" psikologis bagi siswa
Ia menyampaikan tidur lebih cepat harus menjadi kebiasaan anak-anak agar memiliki disiplin, lebih sehat, dan kemampuan siap melakukan berbagai aktivitas khususnya menerima berbagai pelajaran di sekolah.
Upaya mewujudkan kebiasaan siswa agar tidur lebih cepat itu, kata dia, tidak hanya kesadaran dari siswa sendiri, tapi harus didukung oleh semua pihak di lingkungannya, termasuk guru dan orang tua.
"Harus dikontrol, kalau itu terus dilakukan maka akan menjadi kebiasaan, harus kita bangun budaya, dan ini harus melibatkan semuanya, melibatkan banyak orang," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































